
Rangkasbitung-HaluanBanten- sebanyak 191 Santri Pondok Pesantren Al-Maghfiroh Rumah Tahanan Negara KLas IIB Rangkasbitung terlihat antusias belajar Menghafal al-Quran dengan metode Askary Kauny, yang disampaikan langsung oleh Presiden Hafidz On The Street (HOTS) Indonesia, Ustad Ade Zezen yang berlangsung di Mesjid Attaubah Rutan Rangkasbitung, Sabtu (02/03) Sore.
Saat dikonfirmasi, Kepala Rutan Rangkasbitung, Aliandra Harahap membenarkan kegiatan tersebut berlangsung saat kunjungan Presiden Hots Indonesia ke Ponpes Rutan Rangasbitung yang sekaligus menyerahkan Wakaf Alquran.
“saya mendapat laporan kunjungan komunitas Hafidz on the street Indonesia didampingi Hotser Wilayah Banten dan Rangkasbitung, ke Rutan Rangkasbitung, Alhamdulillah berjalan lancar dan para santri tampak antusias mengikutinya” Ujar Aliandra dalam pesan whatsappnya.
Sementara Kasubsi Pelayanan Tahanan, Dede Ukmartalaksana, SE menyampaikan bahwa Rutan Rangkasbitung mengapresiasi kehadiran dan dukungan Hafidz On The Street.
“Hafidz On The Street adalah komunitas yang sangat mulia, kami sangat mengapresiasi dan beruntung bisa mendapat dukungan dari HOts, terlebih yang datang langsung adalah president HOts, Ust. Ade Zezen, kami yakini kehadiran ustad dan rombongan dapat mempertajam program tahfidz dan pengajian pada pondok pesantren Rutan Rangkasbitung” Ujar Dede pria asal Pandeglang ini.
Presiden HOts, Ust. Ade Zezen dalam sambutan dan pengenalannya, menyampaikan rasa senangnya bisa berkunjung ke Rutan Rangkasbitung, untuk mengenalkan metode Askary Kauny.
“kami sudah berkeliling, dan ini kali ketiga kami berkunjung ke Lapas dan Rutan di Jawa dan Sumatera, Alahmdulillah saat ini bisa hadir ditengah-tengah santri Ponpes Rutan Rangkasbitung.” Ujar Ust. Ade Zezen
Lebih lanjut Ustad Ade zezen menyampaikan Hafidz On The Street ialah komunitas penghafal al-quran, kami membangun dan menggugah agar termotivasi menghafalkan alquran dengan metode ini karena menghafal alqur’an tidak sulit, bahkan semudah tersenyum sesuai dengan jargon kami menghafal al-quran semudah tersenyum, yang disambut riuh tepuk tangan santri Rutan Rangkasbitung.
“metode ini tidak hanya menghafal alquran saja, melainkan kita juga bisa mengetahui dan menghayati setiap makna yang terkandung dalam ayat-ayatnya, semoga para santri binaan bisa belajar dengan sebaik-baiknya, dan insyallah akan dapat menciptakan para hafidz yang beralhakul karimah” Tuturnya.
Rencananya, setelah kunjungan tersebut, Komunitas Hafidz On The Street Indonesia melalui Wilayah Banten dan Rangkasbitung akan melaksanakan penjajakan Kerjasama dengan (HumasNasri)

