
JAKARTA, – Mamre GBKP Klasis Jakarta Banten menggelar Pelatihan Dasar Kepemimpinan dan Character Building Mamre Tahun 2026 di GBKP Rawamangun, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini bertujuan membentuk pemimpin Mamre yang berkarakter rohani kuat dan berlandaskan prinsip Servant Leadership atau kepemimpinan yang melayani.
Pelatihan menghadirkan narasumber, yakni Pdt. Dr. Agustinus Manik, M.Th., M.Pd sekretaris BPMK GBKP Klasis Jakarta Banten.
didampingi Moderator Lesman Bangun selaku Kabid Pemberdayaan Mamre GBKP Klasis Jakarta Banten.

Dalam pemaparannya, Pdt. Dr. Agustinus Manik menegaskan bahwa kepemimpinan Kristen adalah panggilan Tuhan, bukan sekadar jabatan atau posisi. Ia menekankan bahwa dalam sejarah Alkitab, setiap pemimpin dipilih dan dipanggil Allah untuk menghadirkan misi Kerajaan Nya, seperti Musa, Daud, Nehemia, Ester, hingga para rasul dalam Perjanjian Baru.
“Kepemimpinan Kristen bukan karena kemauan sendiri, tetapi karena mandat dan kepercayaan dari Tuhan. Seorang pemimpin harus memiliki hati seorang hamba,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Servant Leadership berakar pada ajaran Yesus dalam Matius 20:28, yakni memimpin dengan fokus melayani, bukan dilayani. Seorang pemimpin Kristen, kata dia, harus membangun integritas, karakter rohani, serta kemampuan praktis dalam pelayanan.
Dalam sesi materi, Pdt. Agustinus Manik menguraikan, sepuluh karakter utama pemimpin yang melayani, di antaranya kemampuan mendengarkan (listening), empati, kesadaran diri, persuasi, visi konseptual, hingga kemampuan membangun komunitas. Ia juga menekankan pentingnya integritas dan kehidupan doa sebagai fondasi kepemimpinan.

Masih kata Pdt Agustinus Manik, pelatihan turut membahas kriteria pemimpin Kristen berdasarkan Titus 1:5-9 dan 1 Timotius 3:1-7, yang menekankan aspek karakter, moralitas, reputasi, kedewasaan rohani, serta tanggung jawab dalam keluarga dan pelayanan.
“Pemimpin Kristen tidak hanya dinilai dari kemampuan manajerial, tetapi dari karakter dan kesaksiannya. Integritas harus selaras dengan perkataan dan tindakan,” tegasnya.
Sementara itu, Armanta Tarigan, Ketua BP Mamre GBKP Klasis Jakarta Banten.
menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi momentum pembentukan karakter bagi seluruh pengurus Mamre di wilayah Jakarta Banten. Ia berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan prinsip kepemimpinan yang melayani dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan pelayanan di runggun masing masing.
“Pelatihan ini bukan hanya teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Mamre harus menjadi teladan dalam integritas, kerendahan hati, dan semangat melayani,” ujar Armanta.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi refleksi, leadership games, dan pendalaman rohani. Peserta diajak membedakan karakter seorang “bos” dan seorang “pemimpin” sejati, serta memahami bahwa pemimpin Kristen dipanggil untuk membangun, bukan menaklukkan.
Melalui Pelatihan Dasar Kepemimpinan dan Character Building 2026 ini, Mamre Klasis Jakarta Banten diharapkan semakin solid, dewasa secara rohani, dan mampu menghadirkan kepemimpinan yang berdampak bagi gereja dan masyarakat.(randal, yose)


