
Rembang – di Balai Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, telah berlangsung kegiatan penyuluhan dari Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kabupaten Rembang dalam rangka kegiatan sasaran Non Fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang. Acara tersebut dihadiri Widodo, SH.MM (Kepala bidang Prasarana dan Sarana Pertanian), Sugiono, SP (KJF/Kelompok Jabatan Fungsional), Kapten Cpl Sularso (Danramil 14/Sarang Kodim 0720/Rembang) dan Kusman, Spd (Kepala Desa Pasedan), serta warga masyarakat setempat, Senin (22/10).
Salah satu langkah untuk mencapai ketahanan pangan nasional adalah melalui pengembangan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture). Pertanian berkelanjutan merupakan sebuah sistem pertanian yang mampu berlanjut untuk saat ini dan masa yang akan datang. Sistem ini dituntut mampu mengelola sumberdaya untuk kepentingan pertanian dalam memenuhi kebutuhan manusia, sekaligus mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan serta konservasi sumberdaya alam. Pertanian berkelanjutan dapat mendukung optimalnya pembangunan pertanian secara berkelanjutan.
Pembangunan pertanian berkelanjutan lebih mentitik beratkan pada keadaan yang akan terjadi pada beberapa tahun kedepan, seperti kekurangan pangan akibat situasi ekonomi politik yang tidak menguntungkan dan ledakan penduduk yang luar biasa. Salah satu permasalahan yang menghambat pembangunan pertanian berkelanjutan adalah penyusutan lahan. Lahan pertanian terus berkurang sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Pemanfaatan lahan marjinal dan pengotimalan produksi diharapkan bisa membantu menjadi solusi penyusutan lahan yang terus terjadi.
Widodo mengatakan, “Pemanfaatan lahan marjinal tentu sangat berpotensi dalam menghasilkan bahan pangan untuk mencapai ketahanan pangan nasional, guna meningkatkan produktivitas pertanian, terutama komoditas pangan dan dukungan alsintan dan wawasan terkait cara intensifikasi lahan marjinal bagi para pelaku budidaya pertanian”.
“Pembangunan pertanian bukan hanya meningkatkan Aspek ekonomi saja, tetapi harus dibarengi dengan pembangunan Aspek manusianya, petani harus menjadi bagian dalam kegiatan pembangunan pertanian”,lanjutnya.
“Peningkatan kualitas Individu akan menentukan keterlibatan petani dalam pembangunan, sehingga secara Aktif berpartisipasi termasuk menikmati hasil pembangunan”.pungkasnya.
Peranan Penyuluhan ini sebagai penghubung antara petani dengan pembangunan, karena melalui kegiatan penyuluhan pertanian menghasilkan SDM petani dengan kualitas yang mencerminkan sebagai masyarakat Teknologi, terbuka dan trasparan, serta madani. Penyuluhan pertanian merupakan sasaran Non Fisik TMMD Reg-103 yang harus dilaksanakan, karena sebagian besar Desa Pasedan adalah Petani. (0720)


