SERANG(haluan Banten)- Bank sampah Berkah Jaya Kecamatan Waringinkurung membentuk UPS ( Unit Pengumpul Sampah) di tiap RW yang ada di 11 Desa

Tujuan nya untuk membantu Pemerintah dalam menangani kasus sampah, menciptakan Waringinkurung BERSIH “Beriman dan Bertaqwa, Rajin, Sehat, Indah, Harmonis, serta membantu mengembangkan ekonomi pedesaan yang mana itu bisa juga di masukkan ke dalam program Inovasi Desa sesuai amanah dari Pemprov Banten yang di sampaikan oleh Andika Hazrumi ,S.sos M.Si selaku Wakil Gubernur Banten dalam sambutannya pada saat Rapat Istimewa/ Paripurna DPRD Kab.Serang dalam rangka Hut Kab.Serang ke 492 di kantor DPRD Kab.Serang. “kata Agus Sunarto selaku inisiator terbentuknya Bank sampah Berkah Jaya beberpa waktu lalu kepada Haluan Banten

Masih kata Agus, Untuk saat ini,Pengelola Bank Sampah dikelola oleh 20 orang dan masih dalam tahap sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat di 11 Desa anggota yaitu Desa Sukabares,Desa Sukadalem,Desa Sambilawang,Desa Sampir,Desa sasahan,Desa Telaga luhur,Desa Melati,Desa Binangun,Desa Kemuning,Desa Cokop Sulanjana dan Desa Waringinkurung.

Di setiap Desa, lanjut Agus, kita membentuk UPS ( Unit Pengumpul Sampah) serta memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara Pengelolaan sampah, Pemilahan sampah, Pemanfaatan sampah untuk pertanian, perkebunan, dan kehutanan, Pemanfaatan dan pengolahan limbah peternakan, Pengembangan ekonomi kreatif serta Pelestarian alam dan perawatan lingkungan hidup.”terang Agus

Saat ini Bank Sampah Berkah Jaya memiliki 2 kantor pelayanan yakni Sekretariat utama di kantor Yayasan Assifa Amalindo Pratama kampung Nangor,Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung serta
Pusat Pendidikan dan Latihan Bidang sampah organik, Pertanian, Perkebunan, Peternakan, dan Kehutanan di Aula BP3K Kecamatan Waringinkurung Jl.Raya Waringinkurung – Keramatwatu, Kampung Rencong Desa Sukabares Depan kantor pemasaran Griya waringin Indah

Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa Bank sampah berkah jaya (BSBJ) Kecamatan Waringinkurung berawal dari kepedulian nya akan lingkungan.”Apalagi melihat banyak laporan dan keluhan masyarakat tentang sampah yang membuat masyarakat resah setelah terjadinya banjir di sebagian wilayah cilegon dan Waringinkurung yang terjadi pada pertengahan tahun 2018 ini,menggerakkan hati saya untuk membentuk Bank Sampah agar dengan itu sampah bisa berkurang, kesejahteraan masyarakat meningkat dan tentunya agar tidak terjadi lagi musibah banjir kedepan nya. “Harap Agus(Nasri)