
Haluan Banten – Ketahanan budaya, satu kalimat yang terucap dari Danrem 064/ Maulana Yusuf Banten, Kolonel Inf. Windiyatno saat mengawali perbincangam dengan pengurus PWI Provinsi Banten. Jumat (25/1).
Pria kelahiran Serang ini, pada kesempatan tersebut, mengajak segenap jajaran pengurus PWI Banten, menjadi pejuang ketahanan budaya.
Budaya tambah Danrem, merupakan hal yang memiliki korelasi kuat dengan pertahanan.
“Bangsa ini akan hancur, jika para pemuda pewaris estapet kepemimpinan meninggalkan atau tidak mengerti serta tidak melestarikan budaya asli bangsa ini,” tandasnya.
Serangan pada bangsa ini, tambah Danrem, tidak dilakukan secara konvensional, melainkan dilakukan perlahan dengan menghilangkan budaya bangsa ini.
“Generasi muda kita yang diserang dengan berbagai macam budaya negatif. Hormat kepada yang lebih tua, sopan santun, budaya gotong royong, mulai ditinggalkan,” pungkasnya.
Untuk itu, dalam momen silaturahmi dengan para pengurus PWI Provinsi Banten tersebut, Danrem mengajak para insan pers yang tergabung dalam PWI, memberi perhatian lebih kepada hal tersebut.
“Rekan-rekan PWI Banten adalah Media yang dapat menyuarakan hal tersebut. Mempertahankan nilai-nilai luhur budaya bangsa ini, adalah tugas kita bersama. Dalam momen HPN 2019 nanti, saya harap teman-teman pengurus PWI Provinsi Banten, dapat menggaungkan hal tersebut. Jikalau budaya rusak atau sampai ditinggalkan maka hancurlah bangsa ini. Karena kekuatan sejati ada di tangan rakyat dan para pemuda penerus estapet kepemimpinan,” tegas Danrem 064 Maulana Yusuf Banten, Kolonel Inf. Windiyatno.(Bangun)


