CILEGON (Haluan Banten) – Setelah enam hari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melakukan Launching Bus Trans Cilegon Mandiri (TCM), penumpang sudah mulai menaiki bus sarana angkutan massal atau bus SAUM.

Terlihat di sejumlah shelter Bus TCM sudah ada penumpang yang menunggu bus. Bus TCM tersebut sehari beroperasi 16 trip. Delapan trip dari Terminal Seruni ke Ciwandan, dan delapan trip dari Ciwandan ke Terminal Seruni, setiap satu jam sekali waktu beroperasi.

Diketahui, Bus TCM beroperasi pada Senin sampai Jumat. Pemberangkatan dari Terminal Seruni ke Ciwandan pada pukul 06.00 WIB, 07.00 WIB, 08.00 WIB, 09.00 WIB, 15.00 WIB, 16.00 WIB, 17.00 WIB, dan 18.00 WIB. Sementara, pemberangkatan dari Ciwandan ke Terminal Seruni pukul 07.00 WIB, 08.00 WIB, 09.00 WIB, 10.00 WIB, 16.00 WIB, 17. 00 WIB, 18.00 WIB, dan 19.00 WIB.

Perjalanan dari Terminal Seruni sampai ke Ciwandan atau sebaliknya, dapat ditempuh dengan waktu sekitar 45 menit. Bus dari arah Terminal Seruni yang sampai di Ciwandan, berhenti sekitar 15 menit untuk istirahat di Shelter Ciwandan sebelum kembali lagi melakukan perjalanan ke Terminal Seruni.

Bus transit satu kali di Shelter Jalan Lingkar Selatan (JLS) kilometer dan Pondok Cilegon Indah (PCI) sekitar satu menit. Di dalam bus, terdapat satu sopir dan pramugari bus yang membantu saat naik turunnya penumpang.

Saat pagi hari, sudah ada beberapa pekerja industri yang bekerja ke Ciwandan menaiki TCM. Namun ada juga warga yang hanya penasaran dan mencoba-coba bus TCM, karena masih gratis.

Salah satu penumpang bus, Bambang (35) seorang pedagang di Terminal Seruni mengatakan, dirinya ingin mencoba bus TCM lantaran penasaran setelah mengetahui adanya peresmian TCM koridor 1 rute Terminal Seruni – Ciwandan. Ia sengaja naik dari Terminal Seruni menuju Ciwandan dan balik lagi menggunakan bus yang sama.

“Saya penasaran, pengen coba saja sambil main ke Ciwandan. Bolak-balik menggunakan satu bus yang sama,” tuturnya.

Meski baru pertama kali mencoba TCM, kata Bambang, kondisi bus cukup nyaman dan bagus. Pendingin ruang (AC) yang ada di bus berfungsi dengan baik, tempat duduknya juga nyaman dan tidak terlalu sempit. Hanya saja, jumlah shelter perlu ditambah lagi agar penumpang bisa menuju tempat tujuan dan tidak perlu menyambung dengan transportasi lainnya.

“Kalau misalnya mau turun di Ciberko kan belum bisa ini. Harusnya shelter ditambah lagi terutama di titik-titik keramaian, persimpangan, perumahan, atau yang dekat dengan sekolah, biar terjangkau,” harapnya.

Penumpang lain, Sutoyo juga mengaku hanya mencoba bus TCM lantaran penasaran. Ia sengaja naik TCM dari Terminal Seruni ke Ciwandan dan balik lagi ke Terminal Seruni. “Rasa penasaran saya terjawab. Busnya cukup enak, nyaman juga jarak kursi tidak terlalu mepet, AC-nya juga cukup dingin,” akunya.

Sementara itu, Pengemudi Bus TCM, Gelly Noviawan (27) mengatakan, setelah bus TCM koridor 1 diresmikan, penumpang sudah mulai ada. Namun belum terlalu banyak. “Memang sudah ada penumpang, satu dua. Tapi, kebanyakan hanya mencoba-coba karena penasaran,” tuturnya.

Gelly sendiri mengaku cukup senang bisa mengemudikan Trans Cilegon Mandiri. Ia yang dulunya sopir truk beralih ke sopir bus setelah mengetahui ada rekrutmen sopir Bus TCM. “Semoga ke depan bisa ramai penumpang,” harapnya.(Mardianto)