
Internet memudahkan pelajar untuk mengakses beragam pengetahuan. Namun sekedar tahu saja tidak cukup jika tidak menulis.
Hal itu diungkapkan Aryaning Arya Kresna, personel Satuan Tugas (Satgas) Non Fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 105 Kronjo dihadapan sekitar 130 pelajar SMA Tarakanita, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Selasa (6/8/2019).
Akademis di Pradita Institute itu menganggap rugi jika pelajar tidak membiasakan diri menulis. Sebab menurutnya, selain tersedianya sarana yang semakin mudah, internet juga memudahkan seseorang mempublikasikan tulisannya.
“Berbeda dengan zaman sebelum ada komputer dan internet, menulis masih menggunakan buku, mesin ketik dan sulit dipublikasikan. Sekarang sudah abad digital, menulis menjadi mudah, murah dan cepat,” ujarnya.
Ia juga menyinggung soal masih rendahnya tradisi membaca dan menulis di kalangan masyarakat Indonesia. Menurutnya, budaya menonton masih lebih dominan.
“Media sosial semestinya menjadi pendobrak untuk meningkatkan minta baca dan tulis masyarakat, terutama remaja,” imbuhnya.
Lanjutnya, berbagai platform di dunia maya harus mulai digunakan sebagai sarana pembelajaran. Ia mendorong, sebagian besar waktu luang pelajar dimanfaatkan untuk membaca, sebab menurutnya, tanpa membaca tak mudah bisa menulis.
“Sekarang buku pun lebih mudah diakses dengan platform digital, jadi tidak ada lagi alasan malas membaca, karena telah semakin mudah tersedia sarananya,” tuturnya.
Ia menegaskan, tantangan terbesar remaja adalah mampu membagi waktu secara efektif. Sebab menurutnya, tak sedikit remaja yang waktu luangnya terbuang percuma sebab kecanduan bermain games online. #Kodim 0510/Tigaraksa.
haluanbanten.co.id
ID:2457 Responsif


