
Internet yang semestinya menjadi sarana untuk mengakses informasi dan pengetahuan kerap disalahgunakan untuk mengakses konten negatif, salah satunya pornografi.
Padahal, pornografi dapat memicu perilaku seks menyimpang. Pada anak-anak dan remaja, pornografi dapat merusak otak.
Hal itu diungkapkan Hanny Juwita usai memaparkan materi Internet Sehat kepada sekitar 130 pelajar SMA Tarakanita, Citra Raya, Kabupaten Tangerang, Selasa (6/8/2019).
Hanny yang menjadi salah seorang personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 Kodim 0510/Tigaraksa, mewanti-wanti remaja dari bahaya pornografi.
“Sebagian besar pengguna internet di Indonesia adalah pelajar (remaja). Namun tidak semua konten yang tersedia di internet muatannya positif, karena konten berbau pornografi pun beredar di internet,” ungkapnya.
Akademisi Binus University itu mengatakan, secara psikologis pornografi berpengaruh buruk bagi anak dan remaja, sebab dapat merusak bagian otak yang disebut prefrontal cortex. Padahal, fungsi dari bagian otak ini adalah pada aspek logika (berfikir rasional).
“Akibatnya bisa menurunkan prestasi akademik, karena anak yang terpapar pornografi mudah bosan, mudah merasa lelah, sulit konsentrasi dan tertekan,” tambahnya.
Karenanya, perilaku menggunakan internet yang sehat sangat penting ditanamkan kepada anak dan remaja.
“Terlebih remaja yang tengah mengalami fase pertumbuhan fisik dan mental yang pesat. Mereka butuh pendampingan ekstra agar tidak mudah tergoda mengakses konten bermuatan negatif di internet,” pungkasnya. #Kodim 0510/Tigaraksa.
haluanbanten.co.id
ID:2457 Responsif

