TANGSEL(Haluan Banten) – Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024, Pemkot Tangsel menghimbau kepada warga agar tetap menjaga kondusifitas.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie dalam kegiatan Apel Kesiapsiagaan yang digelar bersama Polres Tangsel dan TNI di Halaman Kantor Polres Tangsel, Serpong pada Sabtu, 19 Oktober 2019.

Benyamin menghimbau kepada warga untuk jaga kondusifitas. Karena ini momentum berjalannya negara. Besok sebuah kebanggan bagi kita yang sudah melaksanaan demokrasi.

“Saya menghimbau mari kita ciptakan situasi kondusif. Saya juga juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Tangsel, pelajar mahasiswa, organisasi pemuda dan lainnya jika ingin menyaksikan pelantikan cukup di rumah saja,” kata Benyamin.

Sebelumya, Pemkot Tangsel telah melaksanakan surat edaran menteri dalam negeri untuk melakukan doa dan dzikir bersama di Masjid Mujahidin, Pamulang pada Kamis lalu.

“Kita sudah kumpulkan ulama dan umaro. Pada Jumat kemarin juga di seluruh masjid sudah kita himbau untuk melakukan doa bersama,” jelasnya.

Menurut Kapolres Tangsel AKBP Ferdi Irawan, tujuan apel tersebut adalah untuk persiapan pelaksanaan pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024.

“Kegiatan inti pelantikan presiden ada di DPR besok, tetapi sebagai penyangga wilayah Jakarta kita harus memastikan bahwa situasi wilayah hukum Polres Tangsel dalam keadaan aman dan dapat kita kendalikan,” ungkap Ferdi.

Setelah persiapan, seluruh unsur terkait harus standby dan siaga di lokasi bertugas. Tujuan siaga untuk memastikan dan melihat situasi terutama di wilayah Jakarta berjalan dengan aman.

“Besok tanggal 20 pelantikan presiden d DPR. Saya tekankan bahwa pola pengamanan yang akan kita laksanakan didalam menghadapi segala kemungkinan kedepankan pola persuasif dan himbauan kepada masyarakat,” jelasnya.

Lanjut Ferdi, apabila mungkin ada kelompok masyarakat yang mengganggu kemanan dan ketertiban di wilayah Polres Tangsel, langkah awal kita lakukan hinbauan agar dia mengurungkan niatnya. Akan tetapi jika langkah perusasif tersebut tidak diikuti maka langkah penegakkan hukumlah yang akan kita terapkan.

Seluruh jumlah personil yang melakukan pengamanan sebanyak 800 anggota terdiri dari Polri, TNI dan Pwmerintah Tangsel. Kesiapsiagaan yang diterapkan ini berlaku hingga Senin 21 Oktober 2019.

“Titik pengamanan di sebar seluruh wilayah jajaran hukum Tangsel. Disentra ekonomi, objek vital dan titik yang biasa berkumpul masa seperti stasiun, kampus dan lainnya. Harap waspada dan segera laporkan jika ada kegiatan mencurigakan,” kata Ferdi.

Sementara, Dandim 0506 Kolonel Inf. Wisnu Kurniawan mengatakan bahwa untuk pengamanan di wilayah Tangsel, TNI berikan kekuatan pada Polri.

“Disini kami siapkan 3 SSK. Tentunya kita akan melaksanakan kegiatan-kegiatam pengamamanan jalannya pelantikan presiden dengan membackup polri dan menempatkan pasukan di objek vital,” jelasnya.

Wisnu berharap dan menghimbau pada masyarakat agar tetap membantu situasi yang kondusif khususnya di Tangsel. Tidak usah melakukan aktifitas demo atau unjuk rasa d jakarta. Kita tunjukan pada dunia bahwa Indonesia aman dan kondusif. (HUMAS/yudhi)