
TANGSEL (Haluan Banten) – Sehubungan diperpanjangnya masa tanggap darurat dan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyebaran Corona Virus Disease Tahun 2019 (Covid-19). Maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan (Dindikbud Tangsel), memperpanjang masa waktu belajar siswa di rumah hingga 20 Mei mendatang, bagi seluruh siswa tingkat TK, SD, SMP di wilayah Tangsel.
Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono mengatakan hal itu dilaksanakan, guna menghindari penyebaran Covid-19.
Penerapan perpanjangan masa belajar siswa di rumah hingga 20/5/2020.
“Proses belajar dari Rumah dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut, bahwa dari rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. Pelaksanaan belajar dari Rumah, bahwa siswa belajar di rumah dan guru mengajar dari rumah diperpanjang sampai dengan tanggal 20 Mei 2020,” jelas Taryono saat dikonfirmasi melalui Media WatsApp sebab Pemkot Tangsel masih menerapkan sistem Work From Home
Lebih jelas, Taryono mengatakan, kegiatan belajar dan mengajar dari rumah, harus dibuat menyenangkan agar para siswa bisa benar-benar serius dalam melakukan kegiatan pembelajaran mandiri, dengan materi belajar yang disampaikan kepada guru dari rumahnya.
“Belajar dari rumah harus lebih menyenangkan, anak-anak harus termotivasi melakukan pembelajarannya secara daring. Guru juga dituntut lebih kreatif, dalam menyampaikan materi ajarnya. Dia juga harus interaktif, ketika siswa menanyakan materi yang kurang dimengerti,” terangnya.
Pembelajaran di rumah mempunyai dampak positif:
Meningkatkan kualitas hubungan orangtua dan anak, meningkatkan kreativitas dan inovasi guru dalam pembebelajaran dan kesempatan bagi sekolah untuk memberikan jaminan kualitas layanan kepada orangtua siswa.
“Khusus bagi sekolah/lembaga yang diselenggarakan oleh masyarakat atau Non Pemerintah (sekolah swasta), Orangtua siswa akan semakin yakin dengan apa yang telah dilakukan sekolah, semakin percaya. Serta tentu saja akan lebih memperhatikan segala kewajiban orangtua siswa kepada sekolah/yayasan” Taryono menambahkan (Yudhi).


