Serang, 03/8 (Haluan Banten) – Bendungan Pamarayan Kabupaten Serang menjamin aman seluas 29.850 hektare teraliri pasokan air sehubungan memasuki musim kemarau yang mempengaruhi menyusutnya suplai dari Sungai Ciujung dan Ciberang.

“Kami melihat kondisi ketersediaan pasokan air masih normal dan sementara aman untuk mengaliri persawahan,” kata Andriyanto, seorang petugas pengawas Bendungan Pamarayan Kabuparen Serang, Senin.

Selama ini, Bendungan Pamarayan elapasi sungai mengalami penurunan hingga debitnya berubah menurun sekitar 20 sentimeter dari elapasi normal 1300 dari atas air permukaan laut.

Kendati demikian, pasokan air ke pintu barat dan timur yang mengaliri persawahan seluas 29.850 hektare dengan menghidupi petani dan keluarganya sebanyak 1,2 juta lebih relatif aman.

Sebab, petugas Bendungan Pamarayan tentu memiliki strategi memasuki musim kemarau untuk menjaga stabilitas pasokan air normal ke areal persawahan petani itu.

Dimana pada musim angka tanam kedua sangat mengkhawatirkan terjadi penyusutan pasokan air yang bisa mengakibatkan gagal panen atau puso.

Karena itu, petugas mengatur strategi agar pasokan air tersebut relatif normal dan terpenuhi kebutuhan petani.

Dengan demikian, pihaknya melakukan Standar Operasional Prosedural (SOP) pengurangan atau pengiritan air untuk menyuplai ke pintu bagian barat dan timur agar tidak terjadi kehabisan pasokan air.

Apabila, penyuplaianya itu tidak dikurangi dipastikan satu hingga dua hari mengalami kekeringan atau kehabisan pasokan air.

“Saya kira pengiritan itu untuk keamanan saja sehingga petani bisa memanen padi guna mendukung swasembada pangan,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, Edi, seorang petani di Desa Panasogan Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang mengaku selama ini, pasokan air irigasi dari Bendungan Pamarayan masih normal dan teraliri.

Bahkan, petani di sini sudah melaksanakan gerakan percepatan tanam hingga tiga pekan terakhir hari setelah tanam (HST) tumbuh subur.

“Kami bersama petani selalu koordinasi dengan petugas Bendungan Pamarayan agar ketersedian pasokan air berjalan lancar dan bisa memanen padi,” katanya menjelaskan. (ATR/RED )