Serang – Sebagai rangkaian dalam Peringatan Hari Dharma Karyadika, Kementerian Hukum dan HAM menggelar Seminar Nasional “Peran Kementerian Hukum dan HAM dalam Mengakselerasi Indonesia Sehat dan Pemulihan Ekonomi Nasional” yang diikuti oleh 899 Satuan Kerja yang terdiri dari Satuan Kerja Unit Pusat, 33 Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Hukum dan HAM seluruh Indonesia secara Virtual melalui Aplikasi Zoom, Selasa (12/10).
Dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten, Pembukaan Seminar Nasional diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah, Agus Toyib beserta jajaran bertempat di Aula Lantai III Kantor Wilayah, Sedang Hadir dari Lapangan Tembak Paspampres Kepala Divisi Administrasi Novita Ilmaris dan Kepala Divisi Keimigrasian Ahmad FIrmansyah.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly dalam Sambutannya menyampaikan, Penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional tentu tidak dapat dilakukan secara sektoral dan parsial, tetapi harus dilakukan secara lintas sektoral, bersama-sama dan kolaborasi semua pihak.
Menurutnya, Proses Check and Balance harus selalu dilakukan. Evaluasi terhadap kebijakan Pemerintah dalam menanggulangi masalah ini diperlukan, untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut melalui proses ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Proses ilmiah dengan pertukaran pengetahuan melalui Seminar Nasional ini dilaksanakan dengan tujuan Meningkatkan daya kritis dari perspektif akademisi, praktisi, dan birokrat, sehingga dapat menciptakan budaya berfikir ilmiah kepada peserta, mengembangkan dan mengakomodasi pemikiran-pemikiran kritis dalam mendukung formulation policy making, sebagai bahan strategi kebijakan Hukum dan HAM untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait isu aktual dan relevan, hal ini selaras dengan program Corporate University (CORPU) pada Kementerian Hukum dan HAM serta merumuskan kembali pemikiran-pemikiran hasil seminar melalui kajian dan rekomendasi kebijakan di bidang Hukum dan HAM melalui kolaborasi lintas sektor”, papar Yasonna.
Suatu kehormatan, Seminar Nasional dihadiri secara daring oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, KH. Ma’ruf Amin sebagai Keynote Speaker sekaligus membuka secara resmi Seminar Nasional.
Dalam Keynote Speech yang disampaikan, Wakil Presiden meminta agar Kemenkumham dapat lebih proaktif melakukan reformasi di bidang legislasi dan regulasi yang diperlukan bagi upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional yang salah satu prioritasnya dalam hal ini adalah mendorong agar para pelaku usaha terutama UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan menyediakan lapangan kerja secara signifikan dapat terus tumbuh dan berkembang dalam era kompetisi yang makin ketat.
“Saya juga ingin menyampaikan penghargaan kepada seluruh pimpinan dan jajaran Kementerian Hukum dan HAM atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan dalam upaya penanggulangan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Melalui Hari Dharma Karya Dhika, semoga seluruh jajaran Kementerian Hukum dan HAM dapat terus menjaga semangat dalam mengabdi dan berkarya untuk mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional menuju Indonesia yang maju, adil, mandiri dan sejahtera”, tandas Wakil Presiden.
Sementara, turut hadir mendampingi Menteri Hukum dan HAM diantaranya Wakil Menteri Hukum dan HAM, Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM RI, Staf Ahli Menteri, Staf Khusus Menteri dan Penasehat Kehormatan Menteri. (Humas Kanwil Banten)


