Tangerang, (haluanbanten.co.id) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang, Banten memberikan izin pada penyelenggara Pendidikan Anak Sekolah Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Tangerang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada Senin, 22 November 2021. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang, Jamaluddin mengatakan setidaknya ada 403 sekolah yang melaksanakan PTM terdiri dari 187 PAUD dan 216 TK yang akan menggelar PTM terbatas.

“Kota Tangerang berada pada level 1 untuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sehingga banyak kelonggaran yang sudah dibuka termasuk sekolahan untuk tingkat taman kanak-kanak,” ujar Jamaluddin.

Jamaludiin menambahkan syarat murid untuk mengikuti PTM terbatas adalah orangtua masing-masing sudah harus divaksinasi Covid-19. Hal tersebut dilakukan guna meminimalisasi penyebaran Covid-19 di area sekolahan. Jika orangtua murid belum divaksinasi covid-19, anaknya tak dapat mengikuti PTM terbatas.

“Orangtua murid sudah harus divaksinasi covid-19. Jika belum, terpaksa anaknya belum dapat mengikuti PTM,” tambahnya.

Jamaluddin mengimbau, aktivitas sekolah dapat dimulai dengan kegiatan-kegiatan yang ringan atau bersifat senang-senang terlebih dahulu. Atau membangun suasana yang santai bagi anak-anak supaya dapat saling kenal.

“Sehingga secara mental akan berproses secara perlahan. Tidak kaget dengan suasana sekolah, setelah sekian lama hanya berkecimpung dengan aktivitas rumah atau lingkungan sekitar rumah saja. Sedikit-sedikit baru mulai aktivitas belajar KBM sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Salah satu sekolah yang melaksanakan PTM terbatas yakni PAUD Anyelir Kota Tangerang. Cici, Salah satu pengajar PAUD Anyelir, mengatakan protokol kesehatan sangat wajib diterapkan di sekolah, sekolah telah menyediakan tempat cuci tangan mengunakan sabun dan penggunaan handsanitizer guna meminimalisasi penyebaran covid-19.

“Anak-anak, orangtua dan guru, semua wajib menggunakan masker,” jelas Cici.

Cici menyebut jika para orang tua murid sangat mengharapkan adanya PTM terbatas karena akhirnya anak-anaknya merasakan suasana sekolah. Terlebih ketika belajar luring anak-anak selalu bertanya mengenai temannya yang mana dan siapa saja karena mereka tidak pernah pernah bertemu sebelumnya. “Alhamdulilah hari ini bisa bertemu semua di dalam kelas,” ujarnya. (Lesman Bangun)