ANYAR (suarasiber.co.id) – Dampak dari Rapat Kerja BMKG dengan Komisi V DPR RI terkait hal yang di sampaikan oleh Kepala BMKG Pusat bahwa adanya ancaman Tsunami setinggi 8 meter di Cilegon dan sekitarnya (Selat Sunda) pada saat liburan natal dan tahun baru 2022, sangat meresahkan masyarakat di kawasan pariwisata Anyer – Cinangka dan sekitarnya yang beritanya sangat viral.

Masyarakat di sepanjang kawasan Wisata Pantai sampai Tanjung Lesung dan sekitarnya, belum sembuh benar dari trauma kejadian tsunami 22 Desember 2018 lalu. Sejak berita pernyataan Kepala BMKG viral di semua media otomatis berdampak pada banyak pembatalan/cancel para tamu hotel yang akan berkunjung ke Anyer – Cinangka dan sekitarnya.

Tietie Masniati, Manager Allisa Beach Hotel Anyar mengeluhkan, Efek terbesar para pelaku usaha jasa pariwisata baik Hotel, Cottage, Villa, pantai umum dan Restoran dan Kafe mengalami kerugian yang sangat besar, krisis ekonomi berkepanjangan, beban psikologi/trauma masyarakat lebih meningkat. Selasa, 14/12/2021.

“Akibat dari pandemi covid 19 yang cukup lama yang baru mulai menggeliat kembali sektor pariwisata di wilayah Anyer – Cinangka dan sekitarnya perekonomian mulai timbul kembali, dengan berita pernyataan kepala BMKG menjadi lesu kembali,” tutur Tietie Masniati mewakili keluhan para pelaku usaha wisata Anyar-Cinangka.

“Saat ini kondisi pantai Anyer – Cinangka baik – baik saja, musim hujan di bulan antara November Desember Januari curah hujan dengan intensitas tidak terlalu besar disertai tiupan angin laut yang membuat ombak lebih besar dari biasanya. itu sudah menjadi siklus setiap akhir tahun,” sambung Tietie Masniati

Sementara, Agus Jaenal, pelaku Pariwisata yang sudah menggeluti sektor Pariwisata Anyer sejak tahun 1990an, mengatakan beberapa warga atau masyarakat setempat banyak yang ketakutan saat ini.

“Harus bagaimana kedepannya, sedangkan sumber penghasilan dari berjualan. Padahal bencana bisa terjadi kapan saja, dimana saja, tapi jika ada prediksi seperti sekarang ini membuat hidup tidak tenang. Semoga tidak terjadi apa yang sudah di prediksi,” harap Agus Jaenal. (TA)