SERANG – Banjir besar yang merendam Kota Serang dan sekitarnya pada 28 Februari 2022 lalu hingga kini masih menyisakan masalah besar bagi korban bencana. Selain kesulitan membersihkan lumpur dan rusaknya peralatan rumah tangga, sebagian korban bencana juga mengalamu gangguan psikis karena trauma akibat bencana.
Karena itu, sejak hari bencana itu terjadi, 10 orang relawan Baznas Tanggap Bencana (BTB) yang diterjunkan Baznas Banten hingga sekarang masih berjibaku di lokasi. Mereka mengemban misi kemanusiaan Baznas untuk menolong semampunya para korban.
Menurut Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Baznas Banten, KH Mohammad Suhri Utsman, sebanyak 10 personil BTB diterjunkan untuk melakukan upaya evakuasi korban, mendistribusikan makanan siap saji, membuat dapur umum, membantu membersihkan lumpur dan puing-puing akibat banjir hingga melakukan terapi healing untuk membantu memulihkan psikosisial korban bencana, khususnya anak-anak.
“Merespon bencana itu, Baznas Provinsi Banten mengerahkan sebanyak 10 personil dari Tim Baznas Tanggap Bencana. Di hari pertama melakukan evakuasi korban banjir dengan memindahkan para korban ke tempat yang lebih aman. Lalu mendistribusikan sejumlah terpal untuk pengungsi yang berada di Benteng Surosowan dan membagikan makanan cepat saji untuk para korban banjir,” ujar KH Suhri Utsman kepada awak media.
Diungkapkan KH Suhri, untuk pendistribusian makanan cepat saji dibagi beberapa wilayah terdampak banjir, yaitu di lingungan Singandaru dan Kaloran, Kubang, Kota Baru dan Masjid Kuno. Selain itu juga di Komplek Angsoka Kasemen, lingkungan Pesantren Al-Mushoffa Sempu Seroja, Kaloran, Kedung Cinde, Lopang dan Lingkungan Kubang serta Kampung Kenari Kasemen.
Tidak hanya itu, relawan BTB juga mendistribusikan makanan siap saji di Kebon Sayur, Ponpes Al-Mukhlisin dan Madrasah Masyarotul Mutajin di Banten Lama hingga SD dan Stasiun Karangantu.
Di ponpes-ponpes itu, Relawan BTB juga melakukan aksi resik dengan membantu membersihkan sisa-sisa sampah maupun lumpur sembari membangun Dapur Air.
Diungkapkan KH. Suhri, untuk kegiatan layanan psikosisial dilakukan di Benteng Spelwijck dan Benteng Surosowan serta lingkungan Pondok Pesantren. Sebab di tempat-tempat ini, banyak anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana banjir.
Hingga hari Senin, 7 Maret 2022 ini, tim BTB masih di lokasi. Masih mengaktifkan dapur umum dan dapur air, hingga kegiatan psikosisial.
Pendistribusian air bersih juga masih terus dilakukan, sebanyak 8.000 liter air diberikan untuk Kampung Pamarican RT 1-4 RW 13 yang terletak di Kecamatan Kasemen. Kemudian, Tim BTB berangkat untuk melakukan assesment atau memverifikasi dan meninjau lokasi banjir yang terletak di Kampung Sukamaju Desa Citasuk Kecamatan Padarincang dan Kampung Kajoran Desa Ranca Sanggal Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang. (***)


