Haluanbanten.co.id, Pandeglang – Ratusan warga Pandeglang dari 14 RW menerima bantuan pangan nontunai (BPNT). Bantuan diberikan di kantor kelurahan Pandeglang Kecamatan Pandeglang Kamis (14/4). Pembagian BPNT digabung dengan layanan vaksinasi booster.

Pantauan di lokasi, terjadi penumpukan massa dan membludak. Tampak pula warga yang tidak menggunakan masker.

Salahsatu warga Encup menyayangkan pembagian BPNT dan vaksinasi booster tersebut telah mengabaikan Prokes (protokol kesehatan).

“Lurah seharusnya peka dan lebih paham terhadap Prokes yang selama ini digaungkan oleh Pemerintah,” katanya.

“Selaku warga yang baik saya menyayangkan hal itu terjadi, kenapa massa bisa membludak dan seperti nya tidak ada pengaturan waktu dari pihak penyelenggara,” tambah Encup yang juga merupakan aktivis LSM ini.

Sementara dari Forum RW setempat mengaku tidak dilibatkan secara langsung dalam kegiatan tersebut.

“Biasanya tidak membludak seperti ini. Biasanya kami rapat terlebih dahulu untuk mengatur waktu,” ujar salahsatu anggota Forum RW kelurahan Pandeglang.

“Intinya kami selaku Forum RW juga menyayangkan sampai terjadi kerumunan dan membludak. Sebetulnya hal itu tidak perlu terjadi kalau pihak kelurahan membuat penjadwalan terlebih dahulu,” pungkasnya.

Dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Lurah Pandeglang Nusi berkilah, dirinya mengaku telah membuat jadwal sebelumnya.

“Walaupun sudah dijadwal tetep aja pada datang duluan, karena momen-nya sangat tepat, sampe kami bersama Babinsa dan babinmas kewalahan mengatur supaya warga tidak berkerumun,” kata Nusi. (JDN*)