Penulis: Chicio Mikael Tambunan Universitas Pamulang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi S1 Akuntansi.

Tangerang – haluanbanten.co.id
Di dalam organisasi, seorang pemimpin mampu berperan sebagai komunikator yang menyampaikan pesan ke komunikan dengan terampil dan efektif, dan pemimpin mampu berperan sebagai komunikan yang mau mendengarkan dengan sepenuh hati, karena pemimpin akan berinteraksi melalui proses komunikasi dengan banyak orang seperti karyawan dan atasannya.

Bukan hanya pihak internal saja, akan tetapi seorang pemimpin harus terampil dan efektif berkomunikasi kepada eksternal organisasi seperti ke masyarakat umum, pemerintah, dan lain-lain.
Oleh karena itu seorang pemimpin harus mempelajari bagaimana cara berkomunikasi agar lebih efektif dan terampil.


dengan cara:
Menyampaikan Secara Langsung Dengan Pesan Yang Sederhana
Seorang pemimpin harus menyampaikan pesannya secara langsung kepada karyawannya karena pesan yang tidak efektif karena membicarakan orang di belakang oleh karena itu menyampaikan pesan secara langsung membuat komunikasi pemimpin lebih efektif.

Seorang pemimpin juga harus menyampaikan pesannya secara sederhana dan dipahami oleh penerima pesan, sehingga pesan yang tersampaikan tidak terbelit – belit dan penerima pesan mengerti dengan pesan yang disampaikan.

Mendengarkan Pesan Dari Orang Lain
Di organisasi, bukan hanya pemimpin saja yang ada di dalam organisasi itu, tapi terdapat anggota-anggota yang terlibat untuk mencapai tujuan tersebut sehingga anggota tersebut berhak untuk menyampaikan pesan tersebut.

Oleh karena itu, seorang pemimpin harus menjadi pendengar yang baik dengan mendengarkan pesan dari anggota.

Memberi Masukan Kepada Orang Lain
Seperti yang dijelaskan di poin sebelumnya, seorang pemimpin harus mendengarkan pesan dari orang lain.

Tapi dalam hal ini, seorang pemimpin bukan hanya mendengarkan saja, akan tetapi seorang pemimpin harus memberikan umpan balik yang baik kepada karyawannya. Seperti memberikan dorongan berupa motivasi dan semangat kepada orang lain.

Lalu pesan-pesan yang disampaikan oleh orang lain bukan hanya diterapkan saja, akan tetapi seorang pemimpin harus mengintegrasikan apa yang orang lain sampaikan dengan apa yang kita pikirkan.

Melakukan Proses Komunikasi Tanpa Henti
Banyaknya kesalahan yang ada di dalam organisasi yang disebabkan oleh kurangnya komunikasi antara karyawan dengan atasan di dalam organisasi.

Oleh karena itu, Seorang pemimpin harus terus melakukan proses komunikasi tanpa henti karena di dalam organisasi, komunikasi merupakan solusi yang tepat dalam sebuah permasalahan yang dinamakan “kesalahpahaman”.

Mengendalikan Emosi
Dalam berkomunikasi, mengendalikan emosi sangatlah penting bagi komunikator agar pesan yang disampaikan ke komunikan memberikan umpan balik yang baik.

Langkah yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin adalah menenangkan diri terlebih dahulu sebelum menyampaikan pesan terutama dalam menyampaikan keputusan.

Agar keputusan tersebut disampaikan secara logis tanpa adanya emosi sama sekali.

Bagaimana Jika Seorang Pemimpin Tidak Mengetahui Caranya Berkomunikasi Secara Efektif?
Jika seorang pemimpin yang tidak mengetahui caranya berkomunikasi secara efektif di organisasi akan merasa kesulitan untuk berinteraksi kepada pihak internal organisasi maupun pihak eksternal organisasi seperti pihak internal organisasi yang ditinggalkan oleh para pengikutnya dan atasan yang tidak mempercayai pemimpin organisasi tersebut.

Karena berantakannya komunikasi akan berpengaruh terhadap tujuan organisasi tersebut sendiri seperti merusak hubungan internal dan eksternal organisasi.

Menurut Saya, dengan komunikasi yang efektif bagi pemimpin organisasi seperti memberikan motivasi dan menjadi komunikan yang baik terhadap anggotanya membuat anggota internal menjadi lebih semangat untuk mencapai tujuan organisasi.

Karena banyak sekali pemimpin yang masih belum menerapkan komunikasi yang efektif terhadap organisasinya sehingga terjadi masalah saat proses mencapai tujuan bersama.

Oleh karena itu pentingnya komunikasi secara efektif bagi pemimpin organisasi membuat dampak positif bagi proses tujuan organisasi tersebut. (*)