CILEGON, (Haluanbanten.co.id) – Internet adalah sumber informasi murah dan cepat untuk saat ini. Namun, internet juga menjadi sarana penyebaran berita palsu (hoaks) yang merugikan. Agar tidak mudah termakan informasi keliru, warganet harus mampu bersikap kritis.

Menyadari hoaks dapat merusak persatuan dan perpecahan bangsa, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Komunitas Teater Wonk Kite Cilegon akan menggelar diskusi literasi digital untuk komunitas digital di Aula DPRD Kota Cilegon, Banten, Sabtu (29/7) sore, mulai pukul 16.00 WIB.

”Diskusi literasi digital masuk desa lintas komunitas ini bisa diikuti gratis. Caranya, silakan mendaftar secara online ke link registrasi di https://s.id/pendaftarancilegon2907. Peserta akan mendapat e-sertifikat resmi dari Kemenkominfo dan e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Jumat (28/7).

Diskusi luring (offline) bertajuk ”Kebal Hoaks: Ayo Jadi Netizen Kritis!” itu, akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah influencer Delvino Mahsavareza, musisi kelompok musik Hijau Daun Rio, penyanyi Megi Star, dan Joan Permana selaku moderator.

Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, maraknya penyebaran hoaks di media digital, salah satunya karena media tersebut memiliki ciri mudah diakses dan cepat menyebar ke masyarakat. Penyebar hoaks akan memanfaatkan platform media digital yang banyak memiliki pengguna dan populer di masyarakat.

”Para pembuat hoaks sengaja menyebarkan berita palsu melalui platform digital yang memiliki banyak jumlah pengguna (pengakses) dan popular di kalangan masyarakat. Makin banyak penggunanya, makin cepat tercapai tujuannya,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.

Meskipun berbagai tindakan tegas telah dilakukan, lanjut Kemenkominfo, — misalnya dengan melakukan take down terhadap situs online penyebar hoaks, namun hoaks terus saja berseliweran di dunia maya. ”Apalagi jelang hajatan politik nasional seperti sekarang, hoaks biasanya makin merajalela,” imbuh Kemenkominfo.

Agar kebal hoaks, menurut Kemenkominfo, masyarakat hendaknya mampu berpikir kritis dan tidak langsung menyebarkan informasi yang yang diterima dan belum teruji kebenarannya. ”Dengan literasi digital diharapkan masyarakat tidak mudah tertipu, dan mampu membedakan antara berita yang asli dan yang palsu,” tegas Kemenkominfo.

Kemenkominfo menambahkan, masyarakat merupakan tujuan akhir hoaks diproduksi. Agar tidak mudah termakan berita palsu, masyarakat perlu mengembangkan pengetahuan dan daya kritisnya.

”Masyarakat juga dapat mengecek kebenaran informasi yang diterimanya melalui situs besutan Kominfo yakni stophoax.id atau situs serupa milik komunitas misalnya Anti-hoax Search Engine buatan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) via alamat www.turnbackhoax.id.,” pungkasnya.

Diskusi lintas komunitas yang digelar ”chip in” dalam acara Studi Panggung Teater Wonk Kite itu, akan dihadiri beberapa komunitas sebagai peserta. Di antaranya: Komunitas Teater Wonk Kite, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Cilegon, Cilegon Skateboarders, Stand Up Indo Cilegon, dan Krasers Bike Community.

Sebagai informasi, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga 2024.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. (*)