LEBAK, (Haluanbanten.co.id) – Di tengah derasnya arus informasi era teknologi digital, penanaman nilai Pancasila sebagai ideologi berbangsa dan bernegara menghadapi tantangan dalam penerapan pada semua lapisan di keseharian masyarakat. Media digital memudahkan masuknya ideologi alternatif melalui internet ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat di Indonesia tak terbendung.

Menyadari hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Yayasan Sahabat Nurani Banten akan menggelar diskusi literasi digital untuk komunitas pemuda di Desa Banjarsari, Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (5/8) siang, mulai pukul 15.30 WIB.

”Diskusi literasi digital masuk desa lintas komunitas ini bisa diikuti gratis. Caranya, silakan mendaftar secara online ke link registrasi di https://s.id/pendaftaranlebak0508. Peserta akan mendapat e-sertifikat resmi dari Kemenkominfo dan e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Jumat (4/8).

Diskusi luring (offline) bertajuk ”Pemuda Berkarakter Pancasila dalam Dunia Digital” itu akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah drummer kelompok musik Hijau Daun Rio, penyanyi Megi Star, musisi Raka Maukar, dan Joan Permana selaku moderator.

Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, penanaman ideologi Pancasila di era digital menghadapi tantangan dengan munculnya budaya asing yang menggeser budaya leluhur. Penanaman nilai Pancasila butuh metode yang sesuai dengan perkembangan dunia digital saat ini. Apalagi, mengingat generasi milenial dalam satu hari menghabiskan waktu tujuh jam dengan gadget.

”Meskipun Pancasila merupakan ideologi terbuka dalam menyerap nilai-nilai baru yang dapat bermanfaat bagi kelangsungan hidup bangsa, namun diperlukan kewaspadaan nasional terhadap ideologi baru,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.

Menurut Kemenkominfo, maraknya penyebaran hoaks dan informasi yang memecah belah bangsa dan negara hampir terjadi setiap hari di dunia maya. ”Padahal hal itu melanggar nilai yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia,” imbuhnya memberi contoh.

Agar tidak terjadi kemerosotan nilai-nilai moral yang dapat mengancam eksistensi nilai-nilai luhur bangsa, terkikisnya rasa empati dan peduli terhadap sesama, sambung Kemenkominfo, penanaman nilai-nilai Pancasila harus berbasis digital sebagai alat yang efektif.

”Penanaman nilai Pancasila harus menyesuaikan dengan kegandrungan dan karakter milenial. Salah satunya dengan cara membuat konten yang paling banyak disukai milenial, supaya mendapatkan like maupun viewer dengan engagement tinggi,” imbuh Kemenkominfo.

Diskusi lintas komunitas yang digelar ”chip in” dalam acara Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas itu akan dihadiri beberapa komunitas sebagai peserta. Di antaranya: Kelompok sadar wisata ’Balad Banjarsari Bergerak’, Komunias Forcit FC, Gapengi Cilengsir, Relawan Balad Banjarsari, dan Komunitas Pemuda KPK.

Sebagai informasi, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga 2024.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. (*)