Wali Kota Tangerang Raih Penghargaan Detik Award, Transformasi Digital Jadi Kunci

Kota Tangerang, (haluanbanten.co.id) – Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah menerima penghargaan Detik Award dari Media Online Nasional Detik.com.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemkot Tangerang dalam melakukan transformasi digital. Sejak pertama kali diluncurkan pada 17 Agustus 2016, aplikasi Tangerang LIVE telah menjadi salah satu inovasi unggulan Pemkot Tangerang dalam menghadirkan layanan publik yang lebih mudah dan efisien bagi masyarakat.

 

Aplikasi ini telah didownload lebih dari 985.002 pengguna dan telah mengintegrasikan berbagai layanan publik, seperti layanan kesehatan, pendidikan, perizinan, dan informasi.

Selain Tangerang LIVE, Pemkot Tangerang juga telah mengembangkan berbagai inovasi digital lainnya, seperti e-Layanan, e-Pembayaran, dan e-Monitoring.
Inovasi-inovasi ini telah membantu Pemkot Tangerang untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan efisiensi anggaran.

Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Memet Chumaidi memberikan apresiasi keberhasilan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah atas raihan penghargaan tersebut. Menurutnya, selama 10 tahun menjadi Wali Kota, Arief dinilai telah memberikan perubahan yang signifikan terutama dengan kaitan pelayanan publik.

“Kota Tangerang ini merupakan daerah yang sejatinya cepat dalam transformasi digital, karenanya di dalam konten-konten yang diberikan dalam transformasi digital itu salah satunya inovasi-inovasi pelayanan publik, dalam bentuk penggunaan Smart City tersebut. Smart City ini salah satu program yang dilakukan oleh Arief sehingga memudahkan dalam proses pelayanan terhadap masyarakat,” ujar Memet.

Memet mengatakan, perkara Smart City tersebut implementasinya tidak juga mudah dan secara cepat dipahami oleh masyarakat. Hal tersebut disebut butuh sosialisasi yang menyeluruh.

“Semua organisasi perangkat daerah melakukan sosialisasi atas inovasi yang dilakukan oleh Pemkot Tangerang ini secara terus menerus. Kenapa? Karena masyarakat bagaimanapun tidak secara keseluruhan menggunakan atau memahami aplikasi-apliikasi inovasi yang dibuat oleh ke Pemda,” ungkapnya.

“Oleh karena itu, Pemkot Tangerang dalam hal ini sudah berupaya melakukan inovasi yang kemudian bisa diakses oleh masyarakat. Walaupun memang ada saja masyarakat yang masih memerlukan atau yang masih mutu pendidikannya kurang, tidak memiliki fasilitas handphone dan sebagainya sehingga tidak bisa mengakses pelayanan publik ini,” sambungnya.

Ia menilai implementasi proyek Smart City yang dilakukan oleh Pemkot Tangerang dapat menghadirkan trobosan-trobosan, inovasi-inovasi. Tapi juga menghadirkan tantang-tantangan di dalam masyarakat itu sendiri.

“Yang perlu diatasi dan dipahami oleh pemerintah serta pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa manfaat dari Smart City ini dapat dirasakan oleh semua warga. Beberapa masalah yang dapat dihadapi kan banyak ya, di dalam konteks Smart City ini salah satunya mungkin ada kesenjangan digital,” terangnya.

Kemudian, kata Memet, keterlibatan masyarakat yang terbatas, terkadang memungkinkan warga merasa tidak terlibat dalam mengambil keputusan dalam program tersebut bisa mengakibatkan ketidakpuasan dan eksistensi terhadap proyek kedepannya.

“Walaupun pemerintah kota Tangerang selama ini sudah melakukan upaya-upaya sosialisasi di dalam projek Smart City yang dilakukan oleh pak Arief ini,” tegasnya.

Menurutnya, Investasi di dalam inovasi Smart City yang dilakukan pemkot Tangerang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan yang baru, mendukung pengusaha-pengusaha lokal.

“Dan juga yang paling utama itu adalah mengurangi biaya operasional bagi pemerintah itu sendiri dan juga bagi masyarakat. Sekarang dengan adanya Smart City contoh, pemerintah tidak lagi melakukan kegiatan yang memakan biaya besar walaupun dalam Smart City ini pembiayaan di awal agak besar tapi ke sana itu memudahkan. Selain itu juga, masyarakat ada pengurangan biaya operasional juga yang tadi masyarakat harus ke kantor sekarang dengan adanya seperti itu memudahkan cukup dari rumah,” imbuhnya.

Kendati demikian, ia memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Hal tersebut menjadi bukti bahwa kemahiran Arief R Wismansyah dalam memimpin tidak perlu diragukan lagi.

“Dan Kita perlu mengapresiasi lah langkah pak Arief didalam melakukan upaya-upaya pengembangan atau inovasi dan ketika pak Arief mendapatkan penghargaan, ya itu sudah tidak perlu diragukan lagi,” ungkapnya.

“Bahwa yang dilakukan oleh pak Arief ini menjadi bukti kemahiran sebagai teknokratik, kepemimpinannya membawa Kota Tangerang mendapatkan penghargaan di dalam melakukan digitalisasi goverment atau digitalisasi pemerintahan di seluruh komponen, elemen masyarakat, OPD dan kita apresiasi lah,” tandasnya. (***)

 

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *