SERANG, (Haluanbanten.co.id) — Kolektif Membenihi Bumi menggelar kegiatan bertajuk Ecoprint yang dipadukan dengan aksi seni dan penanaman pohon di Hutan Kota Serang, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 17.00 WIB ini menjadi ruang pertemuan antara seni, ekologi, dan kesadaran kolektif atas kerusakan alam yang kian nyata.
Aksi Ecoprint menjadi inti kegiatan, diikuti oleh sekitar 20 peserta dalam sesi utama yang dikemas secara interaktif melalui metode ngabandil. Peserta diajak berhadapan langsung dengan media gambar sebagai simbol alam. Ketika bandil mengenai gambar, muncul simbol “darah” yang merepresentasikan luka ekologis akibat eksploitasi dan perusakan lingkungan. Sementara peserta yang tidak mengenai gambar akan diberikan pertanyaan kritis seputar isu ekologi, krisis lingkungan, dan tanggung jawab manusia terhadap alam.
Kegiatan ini disambut dengan melukis bersama yang dipandu oleh Bang Adhy Handayana, membuka ruang dialog artistik antara tubuh, alam, dan kesadaran ekologis. Lukisan-lukisan yang dihasilkan menjadi ekspresi kegelisahan sekaligus harapan atas kondisi hutan dan bumi hari ini.
Sebagai bentuk aksi nyata, peserta bersama panitia melakukan penanaman 50 pohon di kawasan Hutan Kota Serang. Tidak hanya itu, peserta juga diperbolehkan membawa pulang benih tanaman untuk ditanam secara mandiri di lingkungan masing-masing, sebagai upaya memperluas dampak gerakan hingga ke ruang hidup personal.
Acara semakin hidup dengan pentas seni dan musik yang menghadirkan sejumlah penampil, di antaranya The_strzr x CCP, Azmi Permana, Arif Fir’aun, dan Karatungga. Selain musik, kegiatan juga diisi dengan performance art oleh Project Suami Istri dan Edi Bonetski, yang menyuarakan kritik ekologis melalui medium tubuh dan ruang.
Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Kolektif Membenihi Bumi dalam menghadirkan seni sebagai alat perlawanan kultural terhadap krisis lingkungan, sekaligus sarana penyadaran publik agar tidak terus abai terhadap kerusakan hutan dan alam.
Melalui kegiatan Ecoprint dan pentas seni ini, Kolektif Membenihi Bumi menegaskan bahwa seni bukan sekadar tontonan, melainkan alat refleksi, perlawanan, dan gerakan, yang mendorong masyarakat untuk terlibat aktif menjaga keberlanjutan bumi, terutama di ruang-ruang publik seperti Hutan Kota Serang. (rndl)

