Tangsel,(haluanbanten.co.id) Benyamin Davnie langsung menggebrak jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan usai libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam apel dan halalbihalal yang digelar Senin (30/3/2026), ia memaparkan sejumlah agenda prioritas yang harus segera dijalankan, mulai dari kebersihan lingkungan hingga efisiensi anggaran daerah.
Momentum pasca Lebaran, menurut Benyamin, menjadi titik krusial untuk memastikan pelayanan publik kembali berjalan optimal. Salah satu sorotan utamanya adalah persoalan sampah yang kerap meningkat selama masa libur panjang.
Ia meminta para lurah tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan, tetapi juga aktif menggerakkan partisipasi masyarakat melalui semangat gotong royong.
“Masalah kebersihan, terutama sampah di jalan jalan, harus segera ditangani. Lurah diharapkan bisa mendorong kerja sama masyarakat,” tegasnya.
Selain kebersihan, Benyamin juga menyoroti pentingnya percepatan realisasi anggaran pada tahun 2026. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera beralih dari tahap perencanaan ke pelaksanaan fisik.
Menurutnya, meskipun petunjuk teknis dari pemerintah pusat belum sepenuhnya terbit, arah kebijakan nasional sudah cukup jelas untuk dijadikan acuan.
“Penyerapan anggaran harus mulai bergerak ke realisasi fisik. Kita tidak bisa menunggu terlalu lama,” ujarnya.
Di tengah dinamika fiskal nasional, Benyamin mengaku lebih mewaspadai potensi berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat ketimbang fluktuasi harga minyak. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya langkah antisipatif sejak dini melalui pengelolaan anggaran yang lebih efisien.
Efisiensi tersebut difokuskan pada belanja non fisik. Penggunaan listrik, air, dan gas di lingkungan perkantoran menjadi perhatian utama, disusul pembatasan perjalanan dinas yang akan diarahkan ke sistem daring.
Tak hanya itu, kegiatan pemerintahan yang selama ini kerap digelar di hotel juga akan dialihkan ke fasilitas milik pemerintah. Kebijakan ini, meski berpotensi menekan pendapatan sektor perhotelan, dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas keuangan daerah.
“Saya tidak akan mengurangi tenaga PPPK. Efisiensi kita fokuskan pada belanja non fisik, termasuk perjalanan dinas dan kegiatan di hotel,” jelasnya.
Di sisi lain, Benyamin juga menegaskan pentingnya disiplin aparatur sipil negara (ASN) usai libur panjang. Ia mewajibkan kehadiran 100 persen pada hari pertama kerja dan meminta kepala OPD melakukan pengawasan ketat terhadap absensi pegawai.
ASN yang kedapatan menambah masa libur tanpa izin, lanjutnya, harus diberikan sanksi tegas.
Langkah langkah yang disampaikan Benyamin ini menandai komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk langsung tancap gas di awal masa kerja pasca-Lebaran, dengan fokus pada pelayanan publik, efisiensi anggaran, dan penguatan disiplin aparatur.


