SERANG, (haluanbanten.co.id) –
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dimulai serentak di berbagai sekolah di Kabupaten Serang Provinsi Banten, Senin, 13 Juli 2026.
Di SMK Negeri 1 Cikande, kegiatan tahun ini dikemas melalui konsep MPLS Ramah yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, penguatan literasi digital, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan.
Sebanyak 432 peserta didik baru tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi. Mereka disambut guru dan tenaga pendidik sebelum mengikuti upacara pembukaan serta berbagai materi pengenalan sekolah, ujar ketua panitia MPLS SMK Negeri 1 Cikande Iin Marlina, SE, S.Pd, Gr .
Kepala SMKN 1 Cikande Jaenudin, S.Pd, M.Pd, mengatakan MPLS bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi menjadi langkah awal membangun karakter siswa sejak hari pertama.
“Tujuan MPLS Ramah adalah menumbuhkan dan memperkuat karakter murid sejak hari pertama masuk sekolah, mengenalkan lingkungan belajar, serta menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Selain itu, kami juga ingin menanamkan nilai-nilai positif sekaligus literasi digital,” ujarnya.
Pada hari pertama, peserta mengikuti berbagai kegiatan mulai dari penyambutan, upacara pembukaan, perkenalan, penyampaian Wawasan Wiyata Mandala, materi “Aku dan Sekolahku”, “Aku dan Sekitarku”, “Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat”, hingga edukasi tentang keadaban dan keamanan digital.
“Kami ingin setiap siswa merasa diterima sejak hari pertama, sehingga proses adaptasi berjalan lebih mudah dan tenang,” tambahnya.
Selama pelaksanaan MPLS, sekolah menyiapkan empat materi utama, yakni Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Program Pagi Ceria, edukasi sopan santun bermedia sosial, serta pembiasaan budaya 5S yang meliputi Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.
Selain itu, peserta didik juga mendapatkan edukasi mengenai bahaya judi online, pinjaman online, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), serta kampanye pencegahan perundungan.
“Kami pastikan siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi memiliki karakter tangguh dan bijak menghadapi tantangan zaman, terutama di dunia digital,” jelasnya.
Kepala Sekolah juga menegaskan seluruh rangkaian MPLS berada di bawah tanggung jawab guru dan tenaga pendidik. Pengurus OSIS hanya membantu aspek teknis dengan pendampingan penuh dari guru.
Pihak sekolah memastikan tidak ada praktik perpeloncoan, pemberian tugas yang memberatkan, maupun penggunaan atribut yang tidak mendidik selama kegiatan berlangsung. “Tidak ada ruang bagi perlakuan yang merendahkan martabat siswa. Semuanya diatur dan diawasi langsung oleh guru,” tegasnya.
Untuk membantu proses adaptasi siswa baru, SMKN 1 Cikande menerapkan sistem buddy system atau teman pendamping, permainan pemecah kebekuan, jelajah lingkungan sekolah secara interaktif, pengenalan ekstrakurikuler, serta pendampingan aktif dari wali kelas dan guru Bimbingan Konseling.
Meski demikian, sekolah mengakui pelaksanaan MPLS tahun ini memiliki tantangan tersendiri, mulai dari menyusun kegiatan yang menarik, memetakan kemampuan awal siswa, hingga menyampaikan berbagai materi penting tanpa membuat peserta merasa jenuh.
Tahun ini Kepala SMKN 1 Cikande Jaenudin berharap siswa kelas X bisa “Beradaptasi, Berinovasi, dan Siap Mengukir Prestasi di Dunia Kerja” sebagai semangat bagi para siswa baru dalam memulai perjalanan pendidikan mereka.
Menutup kegiatan hari pertama, pihak sekolah menyampaikan pesan kepada seluruh peserta didik baru agar tidak takut belajar dan terus mengembangkan potensi diri.
“Selamat datang di rumah kedua kalian. Jangan takut berbuat salah dalam belajar, karena kesalahan adalah bagian dari proses. Teruslah berkembang, saling menghargai teman, jauhi segala bentuk perundungan, dan manfaatkan fasilitas yang ada untuk meraih cita-cita kalian,” pesannya.
Sementara itu Wakasek Humas dan Hubin SMKN 1 Cikande Riyo Paryadi, S.Pd, M.M, dalam pemaparan materi tentang Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan Praktek Kerja Industri (Prakerin) di Masjid Atarbiyah di ikuti oleh seluruh siswa baru, para peserta sangat antusias mendengarkan pemaparan tentang PKL dan Prakerin yang pelaksanaannya siswa kelas XI, Riyo memaparkan bahwa untuk SMK adalah sekolah di didik untuk siap bekerja dan berwirausaha, jadi beliau memberikan motivasi supaya setelah lulus bisa langsung masuk dunia industri dan dunia usaha juga bisa melanjutkan kuliah, seperti slogan SMK Bisa.
Bahkan untuk memotivasi siswa Riyo juga memberikan waktu kepada para siswa untuk tanya jawab mengenai PKL dan Prakerin juga memberikan pemahaman nanti setelah lulus mau kerja di perusahaan baik dalam negeri maupun luar negeri, kalau di dalam negeri SMKN 1 Cikande udah banyak kerjasama dengan Perusahaan yang ada di wilayah Serang Timur/Kawasan Modern dan PT Indah Kiat Pulp Paper (IKPP) Kragilan, untuk di luar negeri siswa yang lulus udah ada yang kerja ke Jepang, baik program dari kementerian dan dari swasta, ujar Riyo(Jon)


