TANGERANG SELATAN,(haluanbanten.co.id)Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui program Tangsel Terang. Pada tahun 2026, sebanyak 3.280 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) baru ditargetkan dibangun sebagai bagian dari upaya menghadirkan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas masyarakat pada malam hari.

Program ini menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur dasar yang tidak hanya berorientasi pada pemerataan layanan, tetapi juga mendukung keselamatan pengguna jalan, meningkatkan mobilitas warga, serta memperkuat rasa aman di kawasan permukiman maupun jalan lingkungan.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa penerangan jalan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus terus dipenuhi secara bertahap.

“Pemerintah Kota akan terus menghadirkan penerangan jalan yang merata melalui program Tangsel Terang. Ribuan titik PJU kami pastikan terfasilitasi sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Benyamin.

Menurutnya, keberadaan PJU memiliki dampak luas, mulai dari menekan potensi kriminalitas, mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, hingga mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari.

Karena itu, Benyamin juga menginstruksikan Dinas Perhubungan agar mempercepat penanganan setiap laporan masyarakat terkait lampu jalan yang mengalami gangguan.

Perbaikan Ribuan Lampu Jalan

Selain pembangunan baru, Pemerintah Kota juga melakukan pembenahan terhadap jaringan penerangan yang sudah ada.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan Ayep Jajat Sudrajat mengatakan, hingga 30 Juni 2026 pihaknya telah memperbaiki 2.718 titik lampu yang tersebar di 1.788 lokasi di seluruh wilayah Tangsel.

Saat ini progres pembangunan PJU baru telah mencapai sekitar 20 persen, dengan target penyelesaian seluruh pekerjaan pada triwulan IV tahun 2026.

Untuk mengejar target tersebut, Dishub menerapkan percepatan administrasi proyek, disertai monitoring rutin terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Gunakan Teknologi Modern dan Hemat Energi

Program Tangsel Terang tahun ini juga membawa perubahan penting melalui penggunaan teknologi yang lebih modern.

Seluruh PJU baru secara bertahap menggunakan lampu LED yang lebih hemat energi dibanding lampu SON-T. Selain mampu menekan konsumsi listrik, lampu LED juga memiliki usia pakai lebih panjang sehingga biaya pemeliharaan menjadi lebih efisien.

Tak hanya itu, sistem kelistrikan juga diperkuat dengan penggunaan Residual Current Circuit Breaker with Overcurrent Protection (RCBO) yang mampu memberikan perlindungan terhadap korsleting, beban berlebih, serta kebocoran arus listrik.

Langkah tersebut diharapkan membuat operasional PJU lebih aman, andal, dan berkelanjutan.

Prioritaskan Wilayah yang Masih Gelap

Ayep menjelaskan, pembangunan PJU diprioritaskan berdasarkan usulan masyarakat melalui Musrenbang, jalan lokal sekunder yang belum memiliki penerangan, hingga jalan lingkungan dan jalan setapak.

“Kami ingin manfaat pembangunan ini benar-benar dirasakan masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini masih minim penerangan,” katanya.

Meski menghadapi tantangan berupa kenaikan harga material dan penolakan sebagian warga terkait lokasi tiang lampu, Pemerintah Kota optimistis seluruh target dapat diselesaikan tepat waktu dengan dukungan masyarakat.

Program Tangsel Terang diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Tangerang Selatan sebagai kota yang semakin nyaman, aman, modern, dan ramah bagi seluruh warganya.(Adv Kominfo)