TANGERANG, (Haluanbanten.co.id) – Dalam rangka memperkuat kemandirian ekonomi keluarga pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cimone bekali ahli waris dengan pelatihan wirausaha.
Kegiatan pelatihan wirausaha ini dilaksanakan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cimone pada Sabtu, (18/07/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cimone Dessy Sriningsih dan diikuti sebanyak 15 peserta dari perwakilan ahli waris.
Kegiatan pelatihan ini juga menghadirkan narasumber Igfir Alfajar dari Bank Syariah Indonesia (BSI) yang membekali peserta mengenai pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha.
Selain itu, ada juga narasumber Ibu Titik Iryaningsih Pelaku Usaha UMKM. Dimana sebelumnya, Ibu Titik ini merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sektor BPU dengan mengikuti 2 program. Namun, karena usahanya berkembang, kemudian beralih menjadi sektor PU dan memiliki 4 pekerja.
Dari pantauan, terlihat belasan ahli waris dari peserta BPJS Ketenagakerjaan mengikuti pelatihan wirausaha ini dengan sungguh-sungguh.
Saat ditemui, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cimone Dessy Sriningsih mengatakan pelatihan kewirausahaan merupakan bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi peserta dan keluarganya.
Lebih lanjut, Dessy juga menyebutkan bahwa kegiatan pelatihan wirausaha ini merupakan implementasi dari tujuan strategis BPJS Ketenagakerjaan yang dikenal dengan 3C (Coverage, Care, Credibility).
“Kami ingin memastikan bahwa manfaat BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti pada penyerahan santunan. Perlindungan yang kami berikan harus mampu menjadi kekuatan baru bagi keluarga peserta untuk bangkit, mandiri, dan tetap produktif. Karena itu, kami menghadirkan pelatihan kewirausahaan sebagai bekal agar santunan yang diterima dapat dikelola secara produktif dan menjadi modal membangun usaha yang berkelanjutan,” kata Dessy.
“Melalui Coverage, kami terus memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan agar semakin banyak pekerja Indonesia, baik formal maupun informal, mendapatkan perlindungan. Melalui Care, kami menghadirkan pelayanan yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan peserta, termasuk memberikan pendampingan serta pemberdayaan kepada ahli waris setelah menerima manfaat program. Sedangkan Credibility kami wujudkan melalui pengelolaan program yang profesional, transparan, kolaboratif, dan akuntabel sehingga kepercayaan masyarakat terhadap BPJS Ketenagakerjaan terus meningkat,” lanjut Dessy.

Dessy menambahkan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar pemberian santunan.
“Ketika pekerja terlindungi, maka produktivitas kerja akan meningkat. Ketika keluarga peserta tetap memiliki kepastian ekonomi setelah terjadi risiko, maka potensi munculnya kemiskinan baru dapat ditekan. Itulah sebabnya BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong perluasan kepesertaan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” ucap Dessy.
Dessy juga mengajak seluruh pekerja dan pemberi kerja untuk memastikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tetap aktif agar seluruh manfaat program dapat dirasakan secara optimal.
BPJS Ketenagakerjaan sendiri memberikan perlindungan melalui lima program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi peserta yang memenuhi persyaratan.
Melalui program JKK, peserta yang mengalami kecelakaan kerja memperoleh pelayanan kesehatan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis hingga sembuh dan dapat kembali bekerja. Apabila peserta meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, ahli waris berhak menerima santunan sebesar 48 kali upah yang dilaporkan, santunan berkala, biaya pemakaman, serta beasiswa pendidikan bagi dua orang anak hingga perguruan tinggi sesuai ketentuan.
Sementara itu, melalui program JKM, ahli waris peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja berhak memperoleh santunan tunai sebesar Rp42 juta. Selain itu, tersedia pula beasiswa pendidikan bagi dua orang anak bagi peserta yang telah memenuhi persyaratan masa kepesertaan, sebagai bentuk perlindungan terhadap keberlangsungan pendidikan keluarga pekerja.
Di akhir kegiatan, Dessy, berharap para ahli waris dapat memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai langkah awal membangun kemandirian ekonomi.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha yang produktif. BPJS Ketenagakerjaan akan terus hadir tidak hanya memberikan perlindungan saat risiko terjadi, tetapi juga mendampingi peserta dan keluarganya agar tetap mampu melanjutkan kehidupan dengan lebih sejahtera,” tutup Dessy.


