Jakarta Barat, (haluanbanten.co.id) – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Batuceper mengggelar kegiatan pembinaan dan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pelaku usaha dan pekerja sektor konstruksi.

Adapun kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Royal Palm Jakarta Barat. Kamis, 6 Agustus 2026. Selain itu, kegiatan pembinaan dan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan ini diikuti oleh puluhan pelaku usaha atau badan usaha jasa konstruksi, serta pekerja konstruksi.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Batuceper, Hazairin Hasan mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kepatuhan perusahaan jasa kontruksi dalam mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Hari ini kami BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Batuceper melakukan kegiatan pembinaan dan sosialisasi mengenai manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pelaku usaha dan pekerja sektor konstruksi,” kata Hazairin.

“Dan kegiatan dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sekaligus memastikan pekerja konstruksi mendapatkan perlindungan jaminan sosial atas risiko kecelakaan kerja dan risiko sosial lainnya,” tambah Hazairin.

Lebih lanjut, Hazairin berharap melalui kegiatan pembinaan dan sosialisasi tersebut diharapkan seluruh pekerja jasa kontruksi dapat terlindungi sepenuhnya oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Dan melalui perlindungan ini, kami BPJS Ketenagakerjaan hadir dengan sepenuh hati untuk memberikan perlindungan bagi pekerja jasa kontruksi dan keluarganya saat terjadi resiko. Selain itu, dengan perlindungan yang diberikan para pekerja jasa kontruksi dapat bekerja lebih tenang karena keluarga tetap terlindungi ketika resiko datang,” ungkap Hazairin.

Sementara itu, Agus salah satu peserta yang hadir mengapresiasi atas dilaksanakannya kegiatan pembinaan dan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

“Kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja konstruksi yang memiliki risiko kecelakaan kerja cukup tinggi,” ucapnya.

“Untuk itu, kami berharap kegiatan pembinaan dan sosialisasi ini dapat terus dilakukan agar semakin banyak pekerja konstruksi terlindungi sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” harapnya.