LEBAK, BANTEN, (haluanbanten.co.id) – Rasa bangga dan haru menyelimuti warga Kampung Palendeng, Desa Sindangwangi, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten. Setelah berminggu-minggu berjibaku dengan cangkul, semen, dan molen, akhirnya jalan desa sepanjang 3 Kilometer tuntas dicor. Hebatnya, jalan tersebut adalah hasil karya sendiri, dibangun secara swadaya, tulus ikhlas tanpa pamrih.
Sejak pagi hari, suasana di Kp. Palendeng sudah ramai. Bapak-bapak mencangkul dan menggali tanah, pemuda mengaduk semen dan mendorong gerobak molen, ibu-ibu dengan hijabnya ikut membantu membawa ember dan menyiapkan konsumsi. Bahkan anak-anak pun ikut menyaksikan semangat kebersamaan orang tuanya. Jalan yang selama puluhan tahun rusak, berlumpur dan sulit dilalui, kini mulai berubah menjadi jalan cor beton yang kokoh hasil keringat warga sendiri.
Menurut tokoh kiayi muda setempat, Kiayi Asep Nurhasan, pembangunan ini adalah bukti bahwa warga tidak hanya bisa mengeluh, tapi bisa berkarya.
“Kami tidak menunggu bantuan dari mana-mana. Ini jalan kami, ini akses hidup kami sehari-hari. Alhamdulillah warga kompak, semua turun dengan niat ikhlas lillahi ta’ala untuk kemaslahatan bersama,” ujar Kiayi Asep Nurhasan di sela-sela kegiatan gotong royong, Jumat pagi.
Yang membuat kisah ini begitu mengharukan adalah latar belakang warga Kp. Palendeng itu sendiri. Jika dilihat dari sisi ekonomi, masyarakat Kp. Palendeng termasuk masyarakat yang masih kurang beruntung. Mayoritas hanya bertani dan berkebun dengan penghasilan pas-pasan. Namun keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangat mereka.
Justru sebaliknya, warga masyarakat Kp. Palendeng secara DNA nya suka gotong royong sejak kokolot dan para pini sepuhnya yang sudah tiada. Budaya saling bantu, saling asah, saling asih, dan saling asuh itu sudah mendarah daging dan diwariskan turun-temurun. Bagi mereka, gotong royong bukan hanya kerja, tapi adalah ibadah dan kebanggaan.
Semangat itu pun diakui oleh putera daerah yang kini tinggal di Tangerang Selatan. Melalui pesan WhatsApp nya, H. Didin Bahrudin menyampaikan rasa haru dan bangganya.
“Saya sangat bangga melihat warga Kp. Palendeng. Meskipun dari sisi ekonomi mereka termasuk masyarakat yang masih kurang beruntung, tapi mereka memiliki spirit gotong royong yang tinggi, keikhlasan yang luar biasa dan mereka bangga atas hasil gotong royongnya tanpa pamrih, ikhlas. Ini DNA asli Palendeng warisan dari kokolot dan pini sepuh kita dulu yang harus kita jaga,” kata H. Didin Bahrudin, putera daerah yang tinggal di Tangsel lewat WA nya.
Kini pekerjaan besar itu telah tuntas dan menjadi kebanggaan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh sesepuh Kp. Palendeng, Abah Juli Damanhuri.
“Alhamdulillah, cor sudah selesai sepanjang 3 km dan kami mengucapkan banyak ribuan terima kasih kepada seluruh para warga, donatur yang ikhlas baik dari warga kampung dan warga luar kampung, Muspika Kecamatan Muncang yang sempat memantau, dan bantuan pinjaman molen dari Dinas PUPR Lebak,” kata sesepuh Kp. Palendeng, Abah Juli Damanhuri.
Dengan selesainya jalan ini, warga Palendeng membuktikan bahwa karya sendiri jauh lebih membanggakan daripada hanya menunggu.
*Kontributor: Didin Haryono*


