PANDEGLANG, (Haluanbanten.co.id) — Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelajar, dalam memanfaatkan teknologi tersebut secara bijak.
Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa
melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) melaksanakan kegiatan edukasi dengan mengangkat tema “Optimalisasi Pemanfaatan AI sebagai Media Pendukung Pembelajaran bagi Siswa SMAN 1 Pandeglang”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMAN 1 Pandeglang, [24 September 2026], dan diikuti oleh [34] siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan siswa dalam memanfaatkan Artificial Intelligence sebagai media pendukung pembelajaran, sekaligus mendorong siswa agar mampu menggunakan AI secara kritis, kreatif, efektif, dan bertanggung
jawab.
Di tengah perkembangan teknologi digital, AI semakin banyak digunakan dalam berbagai aktivitas, termasuk kegiatan pendidikan. Berbagai teknologi berbasis AI dapat membantu siswa dalam memahami materi, mencari ide, membuat rangkuman, memperoleh penjelasan tambahan, hingga mendukung proses belajar secara lebih interaktif.
Namun, kemudahan tersebut juga perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai penggunaan AI yang tepat. Siswa perlu mengetahui bahwa informasi yang diberikan oleh AI tidak selalu dapat
diterima secara langsung tanpa dilakukan pemeriksaan kembali. Oleh karena itu, kemampuan untuk memverifikasi informasi menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam kegiatan PKM tersebut.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa mengenai Artificial Intelligence dan pemanfaatannya dalam pembelajaran. Pre-test diberikan sebelum penyampaian materi sehingga tim dapat memperoleh gambaran mengenai pengetahuan
awal peserta.
Setelah pelaksanaan pre-test, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pengenalan Artificial Intelligence, perkembangan dan pemanfaatannya dalam dunia pendidikan, serta berbagai contoh penggunaan AI yang dapat membantu kegiatan belajar siswa.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan cara menggunakan AI secara lebih efektif.
Tidak hanya sekadar memberikan pertanyaan kepada AI, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya memberikan instruksi atau prompt yang jelas agar hasil yang diperoleh dapat
lebih sesuai dengan kebutuhan.
Selain itu, tim PKM juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan pengecekan terhadap informasi yang dihasilkan oleh AI. Siswa diarahkan untuk tidak langsung menganggap seluruh jawaban dari AI sebagai informasi yang benar, melainkan membandingkannya dengan sumber lain yang dapat dipercaya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik. Pada sesi ini, siswa diberikan kesempatan untuk mencoba secara langsung pemanfaatan AI dalam mendukung proses pembelajaran. Siswa
dapat mengeksplorasi penggunaan AI untuk membantu memahami materi, mencari ide, menyusun pertanyaan, maupun memperoleh penjelasan mengenai topik tertentu.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti penyampaian materi dan terlibat dalam sesi praktik maupun diskusi. Beberapa siswa juga menyampaikan pertanyaan mengenai cara menggunakan AI secara efektif serta bagaimana membedakan informasi yang dapat dipercaya dan informasi yang masih perlu diperiksa kembali.
Chelsa Jo Agatha, selaku Ketua Pelaksana, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut
diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa mengenai penggunaan AI dalam pembelajaran.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa tidak hanya mengenal AI sebagai teknologi untuk mendapatkan jawaban, tetapi juga memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu belajar. Kami juga ingin siswa memiliki kemampuan untuk berpikir kritis dan memeriksa kembali informasi yang diberikan oleh AI,” ujarnya.
Sementara itu, Nina Suwarni Rohamina S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing mengatakan bahwa kegiatan edukasi mengenai AI menjadi hal yang relevan dengan perkembangan teknologi yang saat ini semakin dekat dengan kehidupan
siswa.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat lebih memahami bagaimana AI bisa dimanfaatkan untuk membantu proses belajar. Kami juga ingin mengingatkan bahwa AI bukan untuk menggantikan proses berpikir, tetapi menjadi alat bantu agar siswa bisa belajar dengan lebih
mudah dan tetap kritis dalam menerima informasi,” ungkap Nina Suwarni Rohamina S.Pd., M.Pd.
Salah satu peserta kegiatan, Lovely Natasha Putri, juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan AI dalam kegiatan belajar.
“Menurut saya kegiatan ini menarik karena sebelumnya saya hanya menggunakan AI untuk bertanya atau mencari jawaban. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih tahu bagaimana membuat pertanyaan yang jelas dan menggunakan AI untuk membantu memahami materi pelajaran,” kata Lovely Natasha Putri.
Setelah penyampaian materi dan praktik selesai, siswa diberikan post-test sebagai bagian dari evaluasi kegiatan. Post-test digunakan untuk mengetahui perubahan pemahaman siswa setelah mengikuti rangkaian edukasi dan praktik mengenai pemanfaatan AI dalam pembelajaran.
Berdasarkan hasil evaluasi, diperoleh perubahan tingkat pemahaman siswa antara sebelum dan setelah kegiatan.
Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman siswa pada beberapa aspek, yaitu pemahaman mengenai konsep AI meningkat dari 80% menjadi 100%, pemahaman AI sebagai media pendukung pembelajaran meningkat dari 86,7% menjadi 100%, serta pemahaman mengenai konsep prompt meningkat dari 86,7% menjadi 100%.
Hasil tersebut menjadi salah satu indikator dalam melihat ketercapaian tujuan kegiatan PKM. Selain peningkatan pemahaman, hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa siswa semakin
memahami fungsi AI sebagai alat bantu pembelajaran dan pentingnya mempertahankan kemampuan berpikir kritis. Namun, pemahaman mengenai penyusunan prompt yang memiliki konteks dan tujuan jelas masih perlu ditingkatkan, karena sebagian besar siswa
masih memilih jawaban yang kurang tepat.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada
kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi, tetapi juga menekankan pentingnya sikap kritis dan bertanggung jawab. Pemanfaatan AI dalam pendidikan diharapkan dapat menjadi sarana
pendukung yang membantu siswa dalam proses belajar tanpa menggantikan kemampuan siswa untuk berpikir dan memahami materi secara mandiri.
Tim PKM berharap pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Dengan pemahaman yang baik, siswa diharapkan
mampu memanfaatkan perkembangan teknologi AI secara lebih efektif sekaligus tetap memperhatikan ketepatan informasi, etika, dan tanggung jawab dalam penggunaannya.
Kegiatan “Optimalisasi Pemanfaatan AI sebagai Media Pendukung Pembelajaran bagi Siswa SMAN 1 Pandeglang” menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi mengenai perkembangan teknologi kepada generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, AI
diharapkan dapat dimanfaatkan bukan sekadar sebagai alat untuk memperoleh jawaban, tetapi sebagai teknologi yang dapat mendukung proses belajar, mengembangkan kreativitas, dan
mendorong siswa untuk berpikir lebih kritis.
Universitas Pamulang PSDKU Serang, melalui tim PKM Kelompok 1 05SISP002, akan terus mendorong kegiatan edukasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.


