SERANG,(haluanbanten.co.id) Memperingati Hari Jadi Kabupaten Serang, Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan bakti sosial, Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan khitanan massal secara serentak di 31 puskesmas, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Pelaksanaan kegiatan tersebut menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Serang, termasuk Kecamatan Cikeusal. Di wilayah ini, sebanyak 17 anak mengikuti khitanan massal. Selain memperoleh pelayanan khitan, para peserta juga menerima bingkisan berupa baju koko, sarung, dan uang saku sebagai bentuk perhatian kepada anak anak yang mengikuti kegiatan sosial tersebut.
Secara keseluruhan, khitanan massal yang diselenggarakan di 31 puskesmas Kabupaten Serang melibatkan sekitar 500 anak. Pelaksanaan secara serentak ini memperlihatkan upaya pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus menjadikan peringatan hari jadi daerah sebagai momentum berbagi manfaat secara langsung.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dr. H. Efrizal, MARS,
mengatakan, program Cek Kesehatan Gratis memiliki peran penting dalam mendorong masyarakat agar semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya. Pemeriksaan kesehatan tidak semestinya hanya dilakukan ketika seseorang sudah mengalami sakit, tetapi juga perlu menjadi bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini.
Melalui pemeriksaan kesehatan, masyarakat berkesempatan mengetahui kondisi tubuhnya, mengenali potensi faktor risiko, serta memperoleh arahan tenaga kesehatan apabila dibutuhkan pemeriksaan lanjutan.
Pendekatan preventif ini penting karena sejumlah gangguan kesehatan dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang mudah dikenali pada tahap awal. Dengan pemeriksaan yang tepat, potensi masalah kesehatan diharapkan dapat diketahui lebih dini sehingga penanganan bisa dilakukan sesuai kebutuhan.
Dalam konteks pembangunan daerah, CKG juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan dasar. Puskesmas memiliki posisi strategis karena menjadi fasilitas kesehatan yang relatif dekat dengan masyarakat dan berperan dalam pelayanan promotif, preventif, kuratif, serta rehabilitatif sesuai kewenangannya.
Karena itu, keberhasilan program CKG tidak hanya ditentukan oleh jumlah warga yang mengikuti pemeriksaan, tetapi juga oleh tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan, edukasi kesehatan, dan kesinambungan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain CKG, khitanan massal menjadi salah satu kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Di Kecamatan Cikeusal, sebanyak 17 anak mengikuti khitanan massal yang dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Serang. Para peserta mendapatkan pelayanan khitan serta bingkisan berupa baju koko, sarung, dan uang saku.
Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan sosial bagi keluarga sekaligus upaya memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan anak melalui fasilitas kesehatan pemerintah.
Khitanan massal juga memiliki dimensi sosial yang penting. Melalui penyelenggaraan secara bersama sama, masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengakses pelayanan dalam kegiatan yang terorganisasi dengan dukungan tenaga kesehatan.
Namun, aspek keselamatan dan kualitas pelayanan tetap menjadi hal utama. Pelaksanaan tindakan medis perlu memperhatikan standar kesehatan, kesiapan tenaga medis, edukasi kepada orang tua, serta pemantauan kondisi anak setelah tindakan.
Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan khitan, tetapi juga mencakup perhatian terhadap kondisi anak selama masa pemulihan.
Pelaksanaan CKG dan khitanan massal secara serentak di 31 puskesmas menjadi salah satu poin penting dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Serang tahun ini.
Dengan melibatkan sekitar 500 anak dalam khitanan massal, kegiatan tersebut menunjukkan upaya memperluas jangkauan pelayanan sosial dan kesehatan hingga ke berbagai wilayah.
Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan yang mudah dijangkau. Kehadiran program sosial di fasilitas kesehatan juga dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara tenaga kesehatan dan masyarakat.
Di sisi lain, pelaksanaan serentak memerlukan koordinasi yang baik, mulai dari kesiapan tenaga kesehatan, sarana dan prasarana, pengaturan peserta, hingga pengawasan mutu pelayanan.
Koordinasi tersebut penting agar kegiatan yang dilaksanakan di berbagai wilayah tetap mengutamakan keselamatan peserta dan memberikan pelayanan sesuai standar.
Ke depan, kegiatan serupa juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat edukasi kesehatan keluarga, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan dini, serta mendorong pemanfaatan layanan puskesmas secara berkelanjutan.
Bupati Serang, Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, S.Pd., M.M.,
mengatakan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Serang menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk di bidang kesehatan.
Pembangunan daerah tidak hanya diukur melalui kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui kemampuan pemerintah memastikan masyarakat memperoleh pelayanan dasar yang layak dan mudah diakses.
Dalam bidang kesehatan, pelayanan yang berkualitas harus didukung upaya pencegahan penyakit, pemeriksaan dini, peningkatan kesadaran hidup sehat, serta penanganan yang tepat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan bakti sosial, CKG, dan khitanan massal merupakan salah satu bentuk pendekatan pelayanan yang mendekatkan pemerintah kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, warga dapat merasakan secara langsung kehadiran layanan kesehatan di lingkungan mereka.
Meski demikian, keberlanjutan program tetap menjadi faktor penting. Pemeriksaan kesehatan perlu diikuti dengan tindak lanjut yang sesuai, sementara kegiatan sosial perlu dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pelaksanaan CKG dan khitanan massal di Kecamatan Cikeusal serta 30 puskesmas lainnya menunjukkan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Serang dapat menjadi ruang untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
Keterlibatan sekitar 500 anak dalam khitanan massal menjadi gambaran besarnya jangkauan kegiatan sosial yang dilaksanakan secara serentak tersebut.
Lebih dari sekadar kegiatan peringatan, program ini membawa pesan bahwa kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang harus terus diperhatikan melalui kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat.
Kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan, menjaga pola hidup sehat, serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara tepat perlu terus dibangun agar upaya pencegahan dapat berjalan beriringan dengan pengobatan.
Dengan memperkuat akses layanan kesehatan dasar dan memastikan tindak lanjut yang memadai, Pemerintah Kabupaten Serang diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Momentum Hari Jadi Kabupaten Serang pun menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berdampak adalah pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk melalui pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan warga.(Adv)


