
CILEGON (Haluan)- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon kembali menggelontorkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk renovasi disejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang memerlukan pembangunan dan perbaikan kelas.
Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana (Sarpras) pada Dindik Kota Cilegon Udin Saprudin mengatakan, diberikannya anggaran tersebut karena Kota Cilegon dinilai karena bagus dan tepat waktu dalam melakukan proses adminitrasi pertanggungjawaban, sehingga dalam pengajuan setiap tahunnya diberikan. Bahkan, untuk beberapa pembangunan juga sempat dilakukan penolakan. “Mungkin karena koordinasi dan komunikasi yang dibangun sangat baik. Kami selalu memberikan laporan progres kepada Kementerian dan tepat waktu dalam melakukan pembangunan. Hal ini penting agar Kementerian juga tidak terlalu pusing dalam laporan,” tambahnya.
Udin menambahkan, bantuan anggaran dari APBN tersebut dinilai penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, khususnya Sekolah SMP. Hal tersebut berkat perjuangan yang dilakukan oleh Dindik yang terus membangun komunikasi baik dengan Kemendekbud, sehingga APBN setiap tahunnya bisa diberikan dengan jumlah yang banyak dibandingkan kabupaten/kota lainnya. “Seharusnya, jika kita melihat kondisi daerah maka Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang yang banyak. Namun, Alhamdulillah kami juga selalu dapat, bahkan selalu ditawarkan setiap tahunnya,” tuturnya.
Udin menjelaskan, ada sekitar 7 SMP negeri dan 1 SMP swasta yang pada 2018 mendapatkan anggaran renovasi dari pusat. Dalam pengerjaan sudah dilakukan dan ditarget pada desember sudah selesai. “Kami coba upayanan untuk tepat waktu, kalau bisa sebelum masa pembangunan sudah selesai, sehingga bisa secara cepat dilaporkan pembangunannya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Cilegon Munawaroh mengatakan, pembangunan yang dilakukan pada 2018 adalah pembangunan lanjutan dari APBN. Sebelumnya melalui APBN SMPN 2 Cilegon juga telah membangun aula.”Alhamdulillah tahun ini adalah tahun kedua dana APBN yang digunakan untuk pembangunan, semuanya ini berkat kerjakeras dari tim Dindik yang terus melakukan koordinasi dengan kementerian. Diharapkan pada tahun yang akan datang juga masih bisa diberikan,” katanya.
Munawaroh menegaskan, biasanya sekolah SMPN yang pada tahun 2017 mendapat dana APBN maka pada 2018 tidak bisa lagi mendapatkan bantuan. Namun, karena SMPN 2 Cilegon adalah SMP Rujukan dan ditambah tim Dindik terus melakukan lobi, maka pada 2018 juga akhirnya dianggarkan kembali. “Biasanya gak bisa, tapi mungkin karena tim bekerja keras dan bersungguh-sungguh maka bisa mendapatkan anggaran tersebut,” tegasnya.(Mr)


