HaluanBanten – Gubernur Banten, Dr. H. Wahidin dalam berbagai kesempatan selalu menekankan masyarakat Banten untuk mendunia (global). Salah satu upaya, mengenalkan masyarakat untuk memanfaatkan internet dalam berbagai sektor kehidupan. Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Banten menfasilitasi kelompok usaha kecil menengah untuk menggunakan jasa internet dalam pemasaran produknya. “Pemasaran melalui internet cukup memasarkan dari rumah tinggal, dengan calon konsumen yang tidak terbatas, dan tidak membutuhkan toko atau kantor,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Babar Suharso, dalam sambutannnya saat membuka Bimtek Pengembangan E-Commerce Produk Unggulan Banten Menembus Pasar Global, Senin 17 September 2018 di Graha Widya Bhakti Puspitek Serpong Tangerang Selatan.
Babar menjelaskan, e-commerce adalah aktivitas pembelian, penjualan, pemasaran barang/jasa dan pembayaran secara elektronik dengan menggunakan internet. Saat ini, proses perdagangan melalui internet sudah lazim dilakukan.
Pemanfataan e-commerce, Pemprov Banten menggagas sebuah aplikasi yang dinamakan Banten In Your Hand. Aplikasi ini juga diperkenalkan kepada peserta yang hadir.
Melalui aplikasi Banten in Your Hand, semua pelaku industri, seperti pariwisata, usaha kecil menengah (UKM), dan berbagai industri lainnya yang ada di Banten bisa memasarkan produknya hingga ke mancanegara dengan cara digital. Menurut Babar Suharoso aplikasi Banten in Your Hand, adalah inovasi dalam melakukan strategi pemasaran di era perdagangan internet. “Ini salah satu terobosan di era e-Commerce atau perdagangan daring cara kami menawarkan produk Banten, sehingga bisa diakses seluruh negara di dunia,” katanya.
Sementara itu, Panitian Bimtek Pengembangan E-Commerce Produk Unggulan Banten menembus Pasar Global, Ruri M. Syaifi, SE, MM, kegiatan ini bertujuan bertujuan memberikan solusi bagi UKM/IKMdan pelaku usaha industri besar di Banten yang sampai saat ini masih kesulitan dalam mempromosikan dan memasarkan produknya. Selain itu, memberikan pengetahuan serta kemudahan berkomunikasi antara pelaku usaha yang tidak perlu mengeluarkan biaya promosi yang tinggi. Peserta Bimtek berjumlah 70 orang yang berasal dari kalangan industri dan UKM/IKM.
Ruri yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Promosi Perdagangan Luar Negeri menegaskan, bahwa Pemprov Banten saat ini sedang membuat konten yang akan di upload dalam aplikasi tersebut. “Target kami, tahun ini bisa meng-upload sekitar seribu produk dalm aplikasi Banten In Your Hand,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Direktur House of Indonesia, Amiranto Adi Wibowo yang merupakan vendor aplikasi tersebut menuturkan, aplikasi Banten in Your Hand didesain dengan mengadopsi augmented realty dan virtual reality yang akan meggambarkan lingkungan yang ada mulai dari jalan, bangunan, dan lainnya dalam bentuk 3D di lokasi.
Namun, tampil lebih baik dan detail daripada Google. Daerah yang sudah menggunakan aplikasi tersebut, ialah Banyuwangi. “Jadi, melalui aplikasi ini semua produk Banten baik kemasan, menu makanan dapat langsung terlihat hanya dengan scanning, lalu akan tampil gambar, video, dan lain-lain dari produk tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan, Banten merupakan provinsi pertama di Indonesia yang akan memiliki aplikasi tersebut, karena Banten memiliki potensi perdagangan yang besar dan sesuai dengan visi Banten yang akan go digital pada 2018 mendatang. “Banten menjadi provinsi pertama, karena Banten akan go digital di 2018. Selain itu, Banten mempunyai pelabuhan industri sendiri, bandara, juga ada industri berat hingga UKM ada,” ucapnya.
Kepala Bidang Perindustrian Rudiansyah Toyib mengatakan, Pemprov Banten
Untuk membuka pasar global, dalam kegiatan tersebut peserta berkesempatan melaksanakan video call dengan Direktur Indonesia Trade Promotion Center Barcelona, Spanyol. Saat itu, Deden menjelaskan, produk Indonesia memiliki potensi yang besar untuk masuk ke Barcelona, Spanyol. Kota Barcelona adalah kota wisata, sehingga produk-produk yang berpotensi adalah jasa, kerajinan, fashion, makanan. Namun, sebagai kota wisata, setiap produk yang dipasarkan harus memiliki karakter Barcelona. “Karena wisatawan, kalau berbelanja yang cari adalah khas daerah tersebut,” katanya.(bgn)