
Haluan Banten – Pasca operasi pengangkatan tumor, kondisi Saroh (9 th), penderita tumor dibokong terus membaik. Sejak selesai dioperasi, hingga keesokannya, kondisi Saroh sudah stabil dan terus membaik,” demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Provinsi Banten, M. Yusuf, Kamis, 11 Oktober 2018.
Bahkan, menurut Yusuf, tadi pagi suasana Saroh ceria dan terus menyiratkan senyum kebahagiaan, telah menjalani operasi tumor dibokongnya yang selama ini cukup membebaninya. Selain itu, Saroh yang selama dalam perawatan RSUD Banten didampingi orang tua angkat dan kader kesehatan, kerap melambaikan tangan kepada setiap pihak yang memberikan bantuan. “Saroh dan orang tuanya, juga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah,” kata Yusuf.
Saroh adalah warga Desa Rancaseneng Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang. Ia merupakan anak yatim piatu. Ayah dan ibunya sudah meninggal dunia sejak lahir. Sejak usia dua bulan, Saroh menderita benjolan pada bagian bokongnya. Tetapi, karena kurang pengurusan benjolan tersebut membesar sejak usia tiga tahun. Saroh hanya bisa pasrah tak bisa membiayai pengobatan terhadap tumor yang menggerogotinya.
Gubernur Banten, H. Wahidin Halim, menaruh perhatian besar terhadap nasib Saroh. Gubernur menyatakan bahwa negara harus hadir dalam setiap permasalahan yang dialami warganya. Karena itu, Gubernur memerintahkan aparaturnya untuk respon cepat terhadap Saroh.
Selanjutnya, Yusuf mengatakan, penanganan keluhan Saroh dilakukan secara terkoordinasi antara bidan desa (puskesmas cikeusik) , kepala desa, pihak Kecamatan Cikeusik, Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Pemerintah Provinsi Banten. Dan, pada Selasa, 9 Oktober 2018, terhadap Saroh dilaksanakan operasi pengangkatan tumor. Yusuf menjelaskan, operasi dilaksanakan sekitar pukul 9.00 WIB sampai dengan pukuk 11.00 WIB. Operasi dilakukan Tim Dokter RSUD Banten didampingi Wakil Direktur RSUD Banten Bidang Pelayanan, Drajat Ahmad Putra. Kondisi fisik Saroh stabil dan kooperatif. “Sehingga tim dokter RSUD Banten, melaksanakan operasi sesuai rencana.
Yusuf menjelaskan, dalam operasi tersebut, berhasil diangkat sebuah benjolan pada bokong Saroh dengan diameter sekitar 15 cm. Saat ini, sedang dilakukan observasi atau pemeriksaan lebih lanjut atas benjolan tersebut, untuk memastikan apakah tumor yang diderita Saroh, bersifat ganas atau jinak. “Apabila hasil pemeriksaan tersebut, benjolan tersebut merupakan tumor ganas, penanganan Saroh akan dirujuk ke RS Kanker Dharmais, Jakarta. Tetapi, bersifat tumor jinak, akan dilakukan perawatan di RSUD Banten,” kata Yusuf. (kominfo/bgn)


