Rembang – Seiring dengan adanya Reformasi ABRI, dengan dipisahkannya Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan TNI melalui upacara pemisahan pada tanggal 1 April 1999, ABRI Masuk Desa berubah nama menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Perubahan sebutan dari ABRI Masuk Desa menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), ternyata tidak merubah tujuan awal dari dicetuskannya pelaksanaan AMD untuk pertama kalinya, selain untuk lebih mempererat kemanunggalan TNI dengan Rakyat, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan dan memantapkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, bernegara, bela negara dan disiplin nasional.
Program TMMD tersebut ternyata berhasil mencapai sasaran yang diprogramkan, baik sasaran fisik maupun sasaran lainnya, keberhasilan tersebut bahkan mengilhami lahirnya program-program manunggal lainnya seperti TNI Manunggal Pertanian, TNI Manunggal Aksara, TNI Manunggal KB-Kes, TNI Manunggal Sosial Sejahtera, TNI Manunggal Sembako dan TNI Manunggal Reboisasi yang pernah dilaksanakan oleh TNI.
TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang. Membuat warga Desa Pasedan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang, dalam pengerjaan fisik dilapangan masyarakat sontak riuh ramai dan berbondong-bondong untuk ikut membantu dalam proses pekerjaan membangun jalan, Sabtu (20/10).

Serma Slamet (Bati Bhakti TNI Kodim 0720/Rembang) dan juga Koordinator pembangunan dilapangan mengatakan, “Yang diharapkan ya seperti itu, karena dari dulu TNI Identik dengan rakyat, dan kita dituntut untuk bisa hidup berdampingan dengan rakyat”.

“Warga Desa Pasedan sepertinya sangat Simpatik dengan kehadiran TMMD ini, karena masalahnya, selama ini Desa mereka kurang diperhatikan”, paparnya.

“Semoga, warga bisa mendukung selalu dalam bekerja, sehingga tercipta kemanunggalan TNi yang sebenarnya”, pungkasnya.