SERANG (Haluan Banten)- .Karyawan Nikomas dan Serikat Pekerja Nasional (SPN) akan menyerahkan bantuan untuk becana tsunami di Sulteng yang telah terjadi beberapa waktu lalu. Bantuan tersebut akan diserahkan melalui ketua PMI Banten Tatu Chasanah yg juga sebagai Bupati Serang.

Humas PT. Nikomas Gemilang Gatot A Kurniawan dan H Supandi Yusuf mengatakan ,” sudah mengumpulkan dana sebesar 211.196.500 juta.

“Bantuan tersebut hasil donasi dari karyawan Nikomas Gemilang dan Serikat Pekerja Nasional (SPN),” ujarnya, ketika di konfirmasi di kantor Redaksi Gerbang Banten, Kamis (08/11/2018).

Menurutnya, Bantuan tersebut, rencananya akan diserahkan melalui ketua PMI Provinsi Banten, Hj Ratu Tatu Chasanah, di dampingi PMI Kabupaten Serang dan BNPB di Pendopo Bupati Kabupaten Serang.

“Kita sudah mengajukan surat terkait bantuan ini, tinggal menunggu informasi kapan kita bisa serahkan,” tuturnya.

Lanjutnya, Bantuan buat korban tersebut di berikan atas bentuk kemanusiaan, mengingat bencana alam 25 Oktober 2018 tercatat ada 2.081 meninggal dunia. Jumlah yang tercatat, didapat dari beberapa lokasi seperti di Donggala, Palu, Sigi dan Moutoung.

Sebelumnya juga, Management Pouchen Group, telah memberikan bantuan sebesar Rp 10 Milyar koordinator BNPB H.Muhammad Jusuf Kalla yang juga Ketua PMI Pusat, di kantor Wakil Presiden Republik Indonesia, Jakarta Pusat (Rabu 24/10/18).

Direksi yg menyerahkan donasi ke kantor Pak Jusuf Kalla yaitu, Mr Tsai Ming Lun (Executive Commissioner Pouchen Group), Mr Bruce Shih (Director Asia Pasific Pouchen Group), Mr Rick Chou (Director Pouchen Indonesia), Mr Prince Tee (General Manager Pouchen Indonesia).

Tsai Ming Lun mengaku sangat prihatin terhadap peristiwa tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala tersebut. Dia, berharap, terutama keluarga yang masih hidup dapat kuat dan tidak larut dalam kesedihan yang berkepanjangan. “Semoga terus bangkit, untuk menatap masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Mr Tsai Ming Lun menambahkan, semoga bantuan yang diberikan oleh Pouchen Group dapat bermanfaat. “Mari bangkit dan teruslah berjuang menatap masa depan yang lebih baik,” tegasnya

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, korban meninggal dunia. Perinciannya 171 di Donggala, 1.706 di Palu, 188 di Sigi, 15 di Moutoung dan 1 orang di Pasang Kayu. Percepatan pemulihan dampak bencana terus dintensifkan, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pelayanan medis, perbaikan infrastruktur dasar, dan normalisasi kehidupan masyarakat.

Sutopo menjelaskan, kebanyakan korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa dan tsunami. Sebanyak 2.081 jenazah yang teridentifikasi itu telah dimakamkan secara massal. “Pemakaman massal sebanyak 1.025 orang, pemakaman keluarga 1.056 orang,” jelasnya.

Jumlah korban luka berat maupun luka ringan sebanyak 12.568 orang, dengan rincian 4.438 luka berat dan 8.130 luka ringan. “Korban hilang 1.309 orang, pengungsi 214.925 jiwa dengan rincian 206.194 jiwa (112 titik) di Sulteng dan 8.731 jiwa di luar Sulteng,” kata Sutopo.

Lalu, untuk warga yang sudah dievakuasi, sebanyak 21.321 orang. Mereka mengungsi di tujuh kota. ” dievakuasi melaui jalur udara 19.413 orang. Rinciannya ke Makassar 12.292 orang, Balikpapan 5.620 orang, Jakarta 626 orang, Manado 625 orang, Kendari 70 orang, Surabaya 180 orang. Jalur laut ada 1.908 orang yang mengungsi ke Makassar 1.853 orang dan Nunukan 55 orang,” tutur Sutopo. (F.Ndruru/Carles)