SERANG (Haluan Banten)- “Kota Serang banyak potensi kebudayaan dan peninggalan–peninggalan bersejarah,” kata Wali Kota Serang Syafrudin saat pelaksanaan Gebyar Panjang Mulud tingkat Kota Serang, Selasa (11/12).

Syafrudin mengatakan bahwa kebudayaan masa lalu sampai saat ini masih terus dipelihara oleh masyarakat. Salah satunya kebudayaan lokal seperti ngeropok panjang mulud dan pawai panjang mulud dengan berbagai kesenian khas Kota Serang.

Wali Kota Serang juga mengatakan bahwa misi kenabian Nabi Muhammad SAW yang paling utama adalah akhlak mulia. Rasulullah SAWdiutus untuk menyempurnakan akhlak. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya aku diutus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak.Akhlak merupakan kunci pokok bagi tegaknya panji-panji kehidupan umat manusia. Pelajaran penting yang kita terima adalah nabi memulai semua hal dari diri sendiri.“Ibda bi nafsika, mulailah dari dirimu sendiri,” katanya.

Syafrudin menuturkan bahwa nabi memahami dengan seksama bahwa perubahan sosial tidak mungkin terjadi tanpa perubahan kultural dan perubahan kultural mustahil terjadi tanpa perubahan individual. Bisa dikatakan bahwa perubahan individual adalah induk dari segala perubahan dan itu adalah teladan. Ia mengajak untuk menjadikan ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai acuan untuk lebih menggerakkan hati, akal, dan langkah untuk terus mendukung program Pemerintah Kota Serang.“Melalui acara ini mari kita mantapkan rasa syukur kepada Allah. Mari kita benahi bersama Kota Serang agar menjadi lebih baik. Tanpa kebersamaan seluruh program tak mungkin tercapai dengan sukses,” katanya.

Syafrudin menjelaskan bahwa acara Gebyar Panjang Mulud merupakan bentuk pelaksanaan pembangunan Kota Serang yang berbudaya,sesuai dengan visi dirinya bersama Wakil Walikota Serang periode 2018-2023 yakni “terwujudnya kota peradaban yang berdaya dan berbudaya”.Visi tersebut mengandung maksud bahwa Kota Serang sebagai Ibukota Provinsi Banten harus menjadi kota peradaban yang ditandai dengan keberdayaan sumberdaya manusia, pemerintahan, dan pembangunan lingkungan.Selain itu, kota peradaban juga ditandai dengan kekayaan kebudayaan yang terus dilestarikan dan diaktualisasikan seperti Gebyar Panjang Mulud.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Akhmad Zubaidillah mengatakan bahwa acara Gebyar Panjang Mulud digelar untuk menumbuhkembangkan budaya yang ada diKota Serang. Panjang Mulud merupakan kearifan lokal di Kota Serang yang sampai saat ini masih hidup bahkan berkembang.Bahkan di Banten secara umum masyarakat banyak yang menggelar Panjang Mulud yang biasanya digelar di masjid dan musala. Acara ini juga sesuai dengan visi misi Walikota Serang dan Wakil Walikota Serang saat ini yang ingin menjadi Kota Serang sebagai kota yang berdaya dan berbudaya.“Di tingkat Kota Serang kami gebyarkan. Ini lebih meriah dari tahun kemaren,” katanya.

Zubaidillah berharap dengan adanya Gebyar Panjang Mulud tercipta kedamaian,kerukunan, persatuan, dan kesatuan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat. Ia juga berharap masyarakat meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW sehingga acara semacam ini tidak hanya menjadi sebatas acara seremonial tetapi menjadi wahana yang lebih mendasar, yaitu pelaksanaan keimanan dan ketakwaan dengan mencontoh perilaku NabiMuhammad SAW.“Perilaku Nabi Muhammad SAW harus kita adopsi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Kebudayaan Evie Shofiyah Usman mengatakan bahwa terdapat 2 kategori yang dilombakan dalam Gebyar Panjang Mulud ini.Pertama, kreasi panjang mulud yang akan dinilai mulai dari keunikan, keindahan, dan lainnya. Kedua, pawai panjang mulud secara keseluruhan. Yang akan dinilai adalah semua hal yang ditampilkan oleh peserta pawai, mulai dari dzikir mulud, keseniannya, kostum, dan lainnya. Pawai diikuti 144 peserta dengan jumlah orang yang ikut mencapai 1.000 orang.

Evie menjelaskan bahwa Gebyar Panjang Mulud merupakan bentuk kecintaan pada kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini sudah ada sejak masa Kesultanan Banten dulu dan dilestarikan kembali saat ini. “Ini adalah bentuk dari kecintaan umat muslim di Kota Serang kepada Rosulullah SAW.” tutur Evie

Menurut Evie, acara ini bertujuan menumbuhkan kebersamaan, berbagi dengan sesama, tumbuhnya rasa memiliki, membangun, kebersamaan, dan meneladani Rosulullah SAW.“Harapan kami acara ini bisa memberdayakan ekonomi kreatif yang ada di Kota Serang,” katanya.

Selain itu, Gebyar Panjang Mulud juga diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang ada di Kota Serang. “Saya Harap ini bisa menjadi destinasi wisata bagi Kota Serang, untuk itu kami telah bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Serang.”pungkas nya. (ADVERTORIAL)
[13/12 15:45] pipisumantri: udah bang