
SERANG (Hauan Banten) – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang mendorong agar pencarian dua korban, yaitu Jemah (45) dan Ida (42), warga lingkungan kampung Cikoak, yang tertimpah longsor di tempat pembuangan akhir sampah (TPSA) Cilowong terus dilakukan.
Hal ini terungkap saat Komisi IV DPRD Kota Serang menggelar rapat koordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Serang, terkait penanganan korban bencana longsor Cilowong di ruang rapat Komisi IV DPRD Kota Serang, Senin (7/1/19).
Ketua Komisi IV DPRD Kota Serang Djajuli mengatakan, batas pencarian korban sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) selama tujuh hari setelah bencana. Dikatakan Djajuli, Keputusan lanjut atau tidaknya pencarian akan diputuskan Rabu (Hari ini).
“Diperkirakan sih akan dilanjut sampai tiga hari, tetapi keputusan tersebut tergantung keputusan pak Walikota ” katanya.
Jika masa pencarian korban dilanjut, Ia menyarankan, untuk menggunakan anjing pelacak, atau meminjam alat janggih dari luar daerah, agar dua korban tersebut dapat diketemukan.
“Untuk mendatangkan anjing pelacak sudah dikoordinasikan, bisa atau tidak nya, yang terpenting dicoba aja dulu,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas Kepala (Plt) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Yudi Suryadi mengatakan, fokus kami melakukan pencarian korban, sesuai SOP yang berlaku masa pencarian selama tujuh hari. Kemudian, bagaimana menyelesaikan permasalahan sampah yang ada di Kota Serang supaya bisa terbuang.
“Kita terus berupaya agar pencarian korban tetap berjalan dan sampahpun bisa terbuang. Sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kota ini. Namun tetap keselamatan petugas tetap harus diutamakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Tb M Suherman menuturkan, sudah berusaha semaksimal mungking, bahkan sudah menurunkan empat alat berat, yang semulanya hanya dua alat berat.
“Besok akan ada rapat evaluasi gabungan, dari rapat tersebut akan diputuskan lanjut atau tidaknya masa pencarian,” katanya.
Lanjutnya, kendala yang dihadapi saat masa pencarian korban, yakni soal ketebalan sampah yang mencapai 11,5 sampai 15 meter. kemudian panjang longsor yang mencapai 560 meter, namun kemampuan alat berat sehari hanya bisa melakukan 30 meter, karena tumpukan sampah yang begitu tinggi. Karenanya, kami beserta tim gabungan, tetap berusaha hingga hari ini agar mendapatkan hasil.
“mengenai alat-alat yang bisa mendukung dalam pencarian, kami akan terus berkoordinasi dengan tim gabungan,” tuturnya. (ADV)


