
TANGSEL (Haluan Banten) – Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menegaskan kaum milenial jangan mempercayai informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan atau hoaks.
Demikian dikatakannya saat menjadi Narasumber pada seminar dan Tauziah bertema Hijrah untuk Indonesia Maju di Radiant Centre, Ciputat Timur, Kota Tangsel, Rabu, 6 Februari 2019.
Kegiatan yang diinisiasi Komunitas Rabu Hijrah bekerjasama HMI Cabang Ciputat dan KAMMI Tangsel ini diikuti 150 peserta.
“Era generasi milenial untuk tetap menjaga kebersamaan dan konsensus kesepakatan bersama,” Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.
Walikota mengaku mengalami korban berita bohong. Salah satunya, saat pembagian sertipikat tanah oleh Presiden Jokowi di Pondok Cabe, Pamulang belum lama ini.
Informasi yang ia dapat, pembagian sertipikat tanah sepi undangan. Padahal, kenyataannya pemerintah mengundang 40 Ribu warga.
“Disini saya juga ingin mengklarifikasi, kemarin berita hoaks dan fitnah terjadi. Jadi pada intinya mereka menyebarkan hoaks atau isu persoalan bahwa pembagian sertipikat oleh Presiden di Pondok Cabe itu sepi. Padahal, saya saksi mata menyaksikan jumlah yang hadir itu diatas 23.000 orang,” ucap Airin.
Menurutnya, jumlah kursi 40.000 memang sengaja disiapkan dikarenakan estimasi peserta atau penerima sertifikat mencapai angka itu.
“Memang sengaja kita siapkan 40.000 kursi karena yang jadi 40.000. Padahal Camat sama Sekretaris Camat menyampaikan yang akan hadir itu sekitar 23.000”, tegas Airin.
Menurutnya setelah acara itu, Airin menerima share dari warga yang mengatakan banyaknya kursi kosong. Airin menilai adanya ketidaksesuaian jarak antara pengambil gambar dengan panggung utama.
“Itu orang yang duduk paling belakang. Karena saya melihat betul yang dia videoin adalah videotron pada saat pak Presiden bicara. Berarti jarak dia duduk dengan panggung utama itu sangat jauh,” terangnya.
Pada kesempatan ini, Walikota menegaskan zaman ini memasuki zaman tidak saling menafikan, memojokan, apalagi menghancurkan. Sebaliknya, saling mengisi, saling belajar, saling melengkapi satu kesepakatan yaitu kesepakakan berbangsa.
“Era menjelang demokrasi atau pemilihan umum komitmen kebangsaan Indonesia perlahan-lahan dilemahkan, ruang publik diisi ujaran-ujaran kebencian dan hoaks,” tegasnya.
Selain Walikota Airin Rachmi Diany, pada kegiatan ini pun menghadirkan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga Ketua Alumni Al Azhar Indonesia, Muhammad Zainul Majdi atau yang dikenal Tuan Guru Bajang (TGB). (Humas-Kominfo/Yudhi)


