TANGSEL (Haluan Banten) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah bertemu dengan sosok yang sedang banyak diperbincangkan, Muhammad Saputra atau Putra.

Putra merupakan anak 12 tahun yang sudah membantu keluarganya dengan berjualan cilok karena kedua orangtuanya telah tiada.

Saat kedatangannya kemarin, Kamis (14/2/2019), pihak Dinsos Tangsel memberikan sejumlah bantuan berupa kebutuhan dasar bagi Putra, kakak, dan dua adiknya.

“Bantuan melalui Dinsos berupa kebutuhan dasar pangan, beras, mi instan, ikan kemasan kaleng, daging kemasan kaleng, dan selimut,” ucap Kepala Dinsos Tangsel, Wahyunoto Lukman saat dikonfirmasi Warta Kota, Jumat (14/2/2019).

Setelah itu, kata Wahyunoto, terdapat pertemuan lintas sektoral bersama WaliKota Tangsel. Putra pun menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.

“Kita bahas dalam rapat bagaimana program-program lintas sektor, beberapa OPD terkait bisa membackup Saputra bersama kaka dan adiknya,” ujarnya.

Selain memberikan bantuan pangan, pihak Dinsos juga memberikan keluarga program kepada keluarga Putra yaitu Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu).

“Dari Dinsos kita intervensi melalui program Jaminan Sosial Jamsosratu yaitu berupa uang melalui rekening bank Rp 200.000 setiap bulanya,” jelas Wahyunoto.

Selain permasalahan perekonomian, keluarga Putra juga tinggal di wilayah pengepul rongsokan di Jalan Sarmili RT 02/02, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Tempat tinggalnya merupakan tempat sederhana yang terbuat dari papan-papan triplek dengan luas sekitar 3 X 5 meter.

Namun, pihak Dinsos belum dapat memberikan bantuan terkait hal itu karena bangunan tersebut berdiri di atas tanah pengembang.

“Untuk masalah tempat tinggal ini, persoalan karena tanahnya milik perusahaan properti, mereka semua masih sekeluarga dari Indramayu menyewa lokasi itu,” imbuh Wahyunoto.(***)