Blora – Selain ikut bekerja kerjas keras di sasaran fisik, di sela-sela selalu rajin blusukan ke dua SD yang ada di desa Jurangjero. Ingin berperan maksimal di lokasi TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora, di Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, Satgas TMMD ini, Serda Julianto.

Tak ingin mubadzir keberadaanya di desa sasaran TMMD, saat mengunjungi dua SD yang ada di Desa Juragjero, Serda Julianto, mengajari murid-murid di SD tersebut untuk hidup bersih.

Caranya dengan membersihkan sampah yang ada di sekitar sekolahan untuk kemudian dibuang ke tempat yang sudah disediakan. Dengan teknik pendekatan yang digunakannya, murid-murid SD merasa senang dan mengikuti apa yang diajarkan oleh Serda Julianto.

“Dengan hal-hal kecil, seperti mengajari murid-murid SD untuk membersihkan sampah dan membuangnya ke tempatnya, merupakan kebahagian tersendiri bagi saya.

Dengan cara-cara itu sebagai pembelajaran hidup bersih dan sehat sejak usia dini, agar mereka kelak terbiasa untuk melakukannya,” ungkap Serda Julianto. (ag)
[07.28, 25/3/2019] Agung Astagatra: Kebanggaan Tersendiri Bagi Tentara, Dekat Dengan Anak-anak di TMMD (6)

Blora – Selain ikut bekerja di sasaran fisik yang diprogramkan satuan atas. Bagi Serda Julianto, anggota Koramil 02/Jepon yang menjadi bagian dari anggota Satgas TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora.

Namun selalu akrab dengan anak-anak SD di lokasi TMMD seolah menjadi trademark nya. Hampir setiap hari, disela-sela kerja, dia selalu berada di tengah-tengah anak-anak SD yang ada di desa sasaran.

Tak pelak, kapanpun Serda Julianto beranjangsana ke SD yang ada di Desa Jurangjero, serta merta anak-anak SD yang tengah istirahat jam pelajaran, langsung menyerbunya. Anak-anak itu lantas saling berebut untuk berjabat tangan.

Bagi Serda Yulianto, bisa dekat berbaur dengan anak-anak SD ikut bermain bersama, merupakan kebahagiaan tersendiri, meski kadangkala hanya sekedar mengajari menggambar.

Kalau bermain dengan anak-anak sekolah jadi ingat masa kecil dulu, mau sekolah minta dianter dan jarang masuk karena malu tidak punya uang saku,” beber Serda Yulianto mengingat masa kecil. (ag)