Tangerang – Jumroh tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur. Mulutnya komat-kamit namun tak bersuara. Ia berkali-kali mengusap tetes air mata. Jumroh merasa bahagia.

Sejak rumahnya dibedah Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 105 Kronjo Kabupaten Tangerang beberapa hari yang lalu, Jumroh bahkan tak mau beranjak dari sekitar kediamannya. Hanya dikala satgas selesai bekerja, Jumroh pun turut beranjak.

Jumroh yang matanya tak bisa melihat itu (tunanetra), mendapatkan informasi perkembangan rehab rumahnya dari Suketi, puterinya yang berusia 11 tahun.

Seperti sore ini, Jumat (26/7/2019), Suketi mengabarkan kepada ibunya, Jumroh, jika personel Satgas TMMD telah siap memasang tapal kuda, artinya sebentar lagi rumah itu berwujud.

“Terima kasih ya Tuhan,” ucap Jumroh singkat dengan mata yang kembali berkaca-kaca.

Suketi lantas menceritakan, jika rumah itu berupa bangunan permanen. Dinding rumah terbuat dari hebel, pada bagian depan terdapat dua jendela dan pintu, juga ada dapur dan kamar mandi. Jumroh pun terperangah.

“Alhamdulilah, ya Allah. Terima kasih atas karunia-Mu,” suara Jumroh terdengar lirih.

Sebelum dibedah satgas TMMD, Jumroh yang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mendapatkan bantuan dari saudara dan tetangganya itu hanya mampu berdoa. Kesulitan ekonomi membuatnya tidak berdaya. Ia hanya bisa pasrah tinggal di gubuk yang hampir roboh.

Satgas fisik TMMD 105 Kronjo Kodim 0510/Tigaraksa terus menggeber bedah rumah tersebut. Bahkan, Dansatgas TMMD 105 Kronjo Letkol Inf Parada Warta Nusantara memberikan perhatian khusus pada bedah rumah itu. Saat ini, proses rehab rumah telah mencapai sekitar 50 persen.

““Kami memang menurunkan personel satgas TMMD ahli pertukangan untuk mempercepat bedah rumah Ibu Jumroh. Hasilnya sudah terlihat,”ujar Parada.
Parada mengaku lega melihat hasil kerja personelnya. Sebab, kata dia, bedah rumah Jumroh menjadi salah satu prioritasnya di bakti fisik TMMD itu. Parada beralasan, selain ketersediaan akses jalan desa yang baik yang tengah dikerjakan personelnya, rumah yang layak huni juga menjadi kebutuhan dasar bagi setiap warga.

“Seperti kita ketahui, Ibu Jumroh ini telah lama mendambakan memiliki rumah layak huni. Namun karena keterbatasan kemampuan ekonomi, ia hanya mampu berdoa dan berdoa. Rupanya, doanya itu terkabul melalui program TMMD ini. Tentu ini sangat menyentuh hati. Ini adalah panggilan kemanusiaan yang harus kami penuhi,” beber Parada. #Kodim 0510/Tigaraksa.