TANGSEL (Haluan Banten) – Puluhan siswa SMKN 3 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendengarkan serius pemaparan soal pendidikan di perguruan tinggi oleh Wakil Walikota Benyamin Davnie.

Kegiatan yang diselenggarakan di SMKN 3 Tangsel ini juga dihadiri Ketua Dewan Pendidikan Kota Tangsel Ngatmin Al Arif dan dosen psikologi Universitas Mercubuana Irma Himmatul Aliyah menjadi pembicara pada Senin, 29 Juli 2019.

Dalam paparnya Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, kaum milenial atau pelajar saat ini harus menguasai teknologi. Sebab, perkembangan teknologi informasi terus berubah dan kian maju.

“Kalian (pelajar) harus kuasai teknologi informasi dan harus bisa memanfaatkan dalam arti positif,” katanya.

Wakil Walikota juga berpesan pelajar jangan sampai dikuasai teknologi. Sebab, ke depannya akan berdampak buruk.

“Ada hal-hal yang tidak bisa digantikan dengan teknologi. Seperti silaturahmi. Lebih baik bertemu langsung daripada harus chat dengan orangnya,” ucapnya.

Sementara Ketua Dewan Pendidikan Kota Tangsel Ngatmin Al Arif mengatakan, pemilihan jurusan di perguruan tinggi harus disesuaikan dengan kemampuan, karakter akademis dan keinginan anak didik.

“Selain itu, harus punya semangat dan kemauan tinggi untuk menggapai cita-cita kalian,” ucapnya.

Dosen psikologi Universitas Mercubuana Irma Himmatul Aliyah menambahkan, untuk mendapatkan jaminan masa depan lebih baik, tidak cukup hanya lulus dan mengandalkan ijasah SMA atau jenjang sederajat lainnya.
Tentunya, hal ini mendorong masyarakat untuk memilih melanjutkan studi ke perguruan tinggi, baik perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri. Namun, menentukan perguruan tinggi dan jurusan yang tepat bukanlah persoalan sepele.

“Seringkali ketiadaan informasi dan ketidaktahuan akan minat atau bakat kerap menyebabkan masalah dan penyesalan di kemudian hari,” terangnya.

Misalnya, perguruan tinggi pilihan ternyata kualitasnya tidak sesuai harapan, tidak dapat mengikuti materi kuliah dengan baik karena tidak tertarik di bidang pilihanya, serta tidak dapat menyelesaikan kuliah dengan baik ataupun diganjar drop out oleh perguruan tinggi tempat kuliah karena masa studi telah lewat atau indeks prestasi tidak mencapai standar yang ditetapkan. Karena itulah, pemilihan tempat kuliah dan jurusan yang tepat sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan.

“Kalian kenali minat dan bakat. Jangan karena teman dekat memilih satu perguruan tinggi dan jurusan tertentu. Tidak ikut-ikutan memilih tempat yang sama kalau ternyata minat dan bakatnya berbeda. Mengembangkan minat dan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan ketertarikan yang kuat pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat,” tandasnya. (Humas-Kominfo)