TANGSEL (Haluan Banten) – Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel mendukung Tangsel minim sampah dengan cara melakukan pembinaan terhadap 18 bank sampah yang ada di Kelurahan Bambu Apus.

Lurah Bambu Apus, Subur, mengatakan, pembinaan yang dilakukan pihak kelurahan yakni mengolah sampah menjadi nilai jual. Yakni berupah pembuatan tas dari anyaman plastic kemasan kopi, ditergen, dan taplak meja dari pembungkus makanan dan minuman.

Subur, mengatakan, pihaknya terus memotivasi warga untuk mengolah sampah. “Dari hasil mengolah sampah dengan dibuat berbagai kreasi barang seperti tas, tempat sampah, hingga taplak meja itu, bisa meningkatkan perekonomian warga. Selain itu kita juga turut menjaga kebersihan lingkungan,” papar pembina pengurus bank sampah di Kelurahan Bambu Apus ini.

Subur juga kerap mendatangi bank sampah satu ke bank sampah lainnya. Hampir di setiap RW terdapat bank sampah. Seperti di RT08/RW04, RT06/RW03, RT02/RW01, di sekolah-sekolah maupun di Puskesmas. “Di SDN Bambu Apus 02 sudah ada bank sampah. Begitu juga sekolah-sekolah swasta, kami harap bisa membentuk bank sampah,” ujar Subur

Bahkan Subur berharap dari hasil bank sampah ini, para pejabat di Pemkot Tangsel mau membeli produk olahan sampah dari bank sampah yang ada di Bambu Apus. “Kalau pejabat pakai barang bermerk kan sudah biasa, saya ingin mereka mau menggunakan tas atau barang lainnya dari sampah, dan ini bisa meningkatkan perekonomian ibu-ibu di bambu apus,”singkatnya. (humas_kominfo/yudhi)