TANGSEL (Haluan Banten) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tangsel membuka dialog terbuka bersama para Camat dan Lurah. Berlangsung di Ruang Display Balai Kota Tangsel, Ciputat pada Rabu 20 November 2019.
Ketua PWI Tangsel Junaidi menyampaikan
dialog terbuka ini sebagai awal membangun komunikasi dan informasi antara aparat pemerintah dan pers untuk membangun Tangsel. Peran wartawan jadi sangat penting sebagai komponen tidak terpisahkan.
“Mari sama-sama bangun Kota Tangsel melalui peran masing-masing. Bagi media tentu menjadi penyambung lidah bagi masyarakat tentang program pemerintah dan capaian serta keberhasilan yang diraih,” tambah ia.
Selain itu, ke depannya PWI akan siap hadir dalam menyelaraskan kegiatan pers dengan para mitra mitranya sehingga ada keselarasan persepsi antara tugas wartawan dan pemerintah. Wartawan sebagai penyebaran informasi melalui penyaringan secara ketat dalam meja redaksi.

“Maka dari itu para pejabat publik jangan pernah alergi dengan wartawan. Wartawan adalah profesi sama halnya dengan guru atau profesi-profesi lainnya,” tambah ia
Dengan memahami tugas dan fungsi wartawan, para pejabat tingkat kecamatan dan kelurahan dapat lebih nyaman dalam menjalankan tugas. Ada banyak pejabat yang merasa tidak nyaman akibat ulah oknum wartawan sementara itu sebetulnya tidak diperbolehkan .
“Jangan pernah takut jika ada wartawan datang . Hal yang perlu di lakukan menanyakan dari media mana, keperluannya apa dan melihat tulisan terbaru yang terakhir,” pesannya.
Sementara, Lurah Sawah Baru, Muslim mengapresiasi forum silaturahmi ini. Baginya forum ini sebagai ajang persamaan tujuan untuk membangun Kota Tangsel.
“Pada dasarnya kami juga membutuhkan wartawan untuk bermitra agar kinerja yang kami lakukan juga dapat tersampaikan ke masyarakat,” ungkapnya.
Dia pun berharap, para insan pers dapat menjaga keprofesionalitas dalam kegiatan jurnalistik sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.
“Kegiatan seperti ini sangat bagus karena komunikasi sebetulnya tanpa jeda jadi tidak ada batasan. lntinya bagaimana pembangunan pemerintah dapat terinformasi kepada masyarakat diterima dengan baik, karena semua itu fasilitas publik kembalinya kepada masyarakat,” tandasnya. (HUMAS-KOMINFO)


