Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China keluar dari pesawat Batik Air di bandara internasional Hang Nadim, Batam, selanjutnya menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau. Minggu (2/2/2020).
SERANG, (Haluan Banten) – Sejumlah mahasiswa asal Banten dilaporkan masih terjebak di China, negara dengan penyebaran virus corona yang semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka yang masih terjebak di antaranya berasal dari Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Tangerang.
Terkait hal tersebut, Wali Kota Serang H. Syafrudin akan menyurati Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Pemerintah Pusat untuk memfasilitasi kepulangan para mahasiswa tersebut.
“Permintaan mereka ingin segera dievakuasi dan ingin pulang ke Indonesia dalam minggu ini. Memang mintanya minggu ini agar dievakuasi, dan Senin (kemarin) saya menulis surat ke provinsi dan pusat, untuk fasilitasi kepulangan mereka. InsyaAllah minggu ini sudah bisa dipulangkan,” tuturnya.
Para mahasiswa, kata dia, ingin dipulangkan ke Indonesia untuk sementara waktu, dan melanjutkan kembali sekolahnya di China apabila kondisi sudah memungkinkan. “Saat ini mereka minta dipulangkan ke Indonesia untuk sementara waktu. Nanti kalau keadaan kondusif, dan virus corona sudah tidak ada, mereka akan kembali lagi ke sana (China),” katanya.
Ditempat terpisah, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah membentuk tim khusus untuk mengevakuasi atau memulangkan para mahasiswa asal Kabupaten Serang dan Banten umumnya yang tertahan di Tiongkok saat mewabahnya virus Corona. Tim sudah melakukam komunikasi dengan para mahasiswa yang menyatakan ingin pulang ke Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya menyatakan bahwa, Bupati Serang sudah menugaskan Dindikbud dan Dinas Sosial (Dinsos) untuk berkoordinasi dan mengevakuasi para mahasiswa.
“Alhamdulillah kami sudah terhubung dengan beberapa mahasiswa yang tertahan di Tiongkok, mereka dalam keadaan sehat, dan ingin dipulangkan ke Indonesia,” kata Asep dalam siaran pers, Minggu (2/2) lalu.
“Kami terus berkomunikasi dan melakukan koordinasi,” ujarnya Asep.
Asep mengatakan, Bupati Serang langsung memimpin Tim Khusus, dan telah menugaskan Dinsos Kabupaten Serang untuk juga berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi Banten. Kemudian Dindikbud melakukan koordinasi dengan kementerian dan KBRI di Tiongkok.
“Intinya, kami akan melakukan upaya maksimal untuk memulangkan rekan-rekan kita yang tertahan di China,” ujarnya.
Selain Tim Khusus, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah juga meminta bantuan anggota DPR RI, terutama anggota Fraksi Partai Golkar asal Banten, Ade Rossi Khoerunisa dan Haerul Jaman. Kemudian melakukan komunikasi dengan Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Luar Negeri.
Terpish, Gubernur Banten, Wahidin Halim terkait mahasiswa Banten yang sedang studi di China yang minta dievakuasi, pihaknya sudah melakukan upaya koordinasi dengan pemerintah pusat.
“Saya sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait mengenai kondisi hingga proses penanganan. Kita tahu ini sudah hubungan antar negara. Alhamdulillah dapat kita ketahui bersama kondisi mahasiswa asal Indonesia termasuk Banten kondisinya masih baik dan terhindar dari wabah virus corona”
“Dan kita simak bersama dibeberapa media proses evakuasi/penjemputan telah dilakukan oleh pemerintah pusat,” ujar WH, Senin (3/2) kemarin.
Langkah lainnya, kata WH, sebelumnya Pemprov Banten sudah melakukan sosialisasi melalui surat edaran terkait langkah pencegahan virus corona termasuk menyampaikan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten telah menyiapkan ruang isolasi untuk penanganan pasien virus corona.
“Saya selalu memantau dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait agar apa yang dilakukan tidak salah langkah.
Selamat beraktifitas. Semoga kita selalu dalam keadaan sehat walafiat. Amiin,” imbuhnya.
Berdasarkan Informasi, mahasiswa asal Banten yang masih terjebak di China ialah Rifani (Kota Serang), Fadel Ramadhan (Kota Serang), Herawati (Kota Serang), Rio Priyanto (Kota Serang), Syah Abriyatna (Kab. Serang), Kenny Eliezer Jaya (Kota Tangerang Selatan), Muhammad Pajar (Kab. Serang), dan Soelthan Andhara Kelvin (Kab. Tangerang). (red)


