Polda Banten Bersama Ormas Deklarasi Cinta Damai Tolak Tindak Anarkis Dalam Penyampaian Pendapat

KOTA SERANG, (Haluan Banten) – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Banten menggandeng sebanyak 25 organisasi masyarakat (ormas) untuk melakukan deklarasi Cinta Damai menolak tindak anarkis dalam penyampaian pendapat dimuka umum.

Kegiatan deklarasi Cinta Damai tersebut di pimpin oleh Kapolda Banten Irjen Pol Drs Fiandar di Mapolda Banten, Jumat (16/10/2020).

Dirbinmas Polda Banten Kombes Pol Riki Yanuarfi menjelaskan kegiatan deklarasi cinta damai tersebut bertujuan untuk menjaga situasi kondisi yang kondusif di wilayah hukum Polda Banten.

“Hari ini kita bersama ormas di Provinsi Banten melaksanakan deklarasi Cinta Damai Menolak Tindak Anarkis Dalam Penyampaian Pendapat. Mudah-mudahan dengan deklarasi ini bisa menjadi motivasi untuk seluruh masyarakat dan juga penggerak bagi rekan-rekan ormas yang ada disini. Mari kita bersama-sama menjaga situasi kondisi yang kondusif, yang aman, damai dan tertib di wilayah hukum Polda Banten,” ujar Riki Yanuarfi.

Riki Yanuarfi berharap melalui kegiatan deklarasi Cinta Damai Menolak Tindak Anarkis Dalam Penyampaian Pendapat tersebut dapat menjaga Kambtibmas.

“Semoga melalui kegiatan deklarasi Cinta Damai Menolak Tindak Anarkis Dalam Penyampaian Pendapat memberikan manfaat bagi berkembangnya kehidupan demokrasi di Indonesia khususnya di Provinsi Banten. Mari bersama-sama menjaga stabilitas Kamtibmas demi mewujudkan Banten Cinta Damai,” ajak Riki Yanuarfi.

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar mengatakan deklarasi cinta damai merupakan bagian dari sikap untuk menghadapi dinamika situasi yang berkembang pasca omnibus law disahkan. Pihaknya sadar betul, bahwa setiap diterbitkan regulasi ada pro kontra. Manusia memandang sebuah aturan pasti dengan sudut pandang berbeda, sesuai dengan kepentingan masing-masing. Dan hal itu sangat alamiah dalam negara demokrasi.

“Namun kemarin perbedaan ini menimbulkan sedikit kehangatan, mungkin sebabnya belum menyadari. Artinya apa isi Undang-undang secara detail, mungkin tidak semuanya tahu. Bahkan sayapun belum tahu pasal demi pasal kemana perubahan tersebut,” kata fiandar saat memberikan sambutan.

Ia menyebutkan, pada perkembangan sebelumnya kekeliruan mensikapi itu ditindak lanjuti dengan sikap yang anarkis. Secara fisik melakukan penekanan terhadap pihak lain dan psikis perlu diluruskan. itu berkembang terus di Banten, maka yang dirugikan masyarakat Banten

Pencegahan terhadap prilaku itu perlu dengan dialogis, bahwa menyelesaikan masalah tidak harus dengan kekerasan. Tapi harus dengan tata cara etika dan selesaikan dengan hukum yang ada.

“Saya yakin semuanya mendukung deklarasi cinta damai, anti kekerasan. Dikedepankan dialog, bicarakan masalahnya, tidak ada titik temu tempuh jalur hukum bukan jalanan. Jadi tidak usah pakai otot, pengrusakan, bentrok antara aparat dengan warga tidak perlu, mubajir, rugi kita semua,” ungkap Fiandar.

Dalam deklarasi itu, organisasi kemasyarakatan wilayah Provinsi Banten menyatakan sikap dengan tekad berperan aktif menjaga serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat wilayah Banten.

Kemudian, menjaga kerukunan mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa. Menolak segala bentuk kekerasan, anarkisme dan tindakan melanggar hukum. Menolak segala bentuk berita bohong dan hoax yang mebimbulkan jebencian yang berlatarbelakang suku ras dan golongan.

“Bertekad mengedepankan dialog dengan prinsip musyawarah dan mufakat demi terciptanya kedamaiakan dan kerukunan kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Turut hadir dalam deklarasi Cinta Damai tersebut Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Wirdhan Denny M.M.,M.H, Danrem 064/MY Brigjen TNI Drs. Gumuruh W,S.E.,M.B.A, PJU Polda Banten dan Ketua dari Organisasi kemasyarakatan Provinsi Banten. (Berto)

Jasa Pembuatan Website

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: