
SERANG, (haluanbanten.co.id) – Akibat Pandemi COVID 19, Pengangguran di Provinsi Banten melesat tajam menyusul bangkrutnya ribuan perusahaan industri beberapa bulan terakhir. Hal tersebut membuat Banten menduduki peringkat teratas angka pengangguran nasional.
“Ya wajar, karena kita daerah industri, ada 16 ribu lebih industri, sebagian bangkrut dan PHK,” ujar Gubernur Banten Wahidin Halim, Senin (09/11). Saat 661 pengangguran di Provinsi Banten setelah ada penambahaan 171 ribu karyawan dan buruh yang di PHK akibat perusahaan tempat mereka bekerja bangkrut dan bahkan banyak yang tutup.
Ironisnya, pengangguran di Banten bukan disumbang terbanyak oleh sekolah umum, melainkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). “Karena SMK yang tidak sesuai jurusan yang dibutuhkan di daerah industri,” ujar Wahidin.
Menurut Wahidin, banyak lulusan SMK di Banten yang jurusan-jurusan tertentu tidak bisa terserap oleh industri dan kebutuhan kerja. “Padahal, di Banten ada industri seperti farmasi dan kimia yang lebih butuh lulusan SMK, tapi jurusan yang dibutuhkan tidak memadai,” ujarnya.
Ia mengakui banyak SMK di Banten yang jurusannya tidak sesuai untuk kawasan industri. “Kemarin kan industri tidak terbuka kebutuhan skilnya, memang ada harus ada kebutuhan prodi agar sesuai kebutuhan industri,” ujar Wahidin.
Tingginya angka pengangguran di Banten, kata Wahidin, merupakan agregasi tingginya pengangguran di kabupaten kota. “Kalau bicara pengangguran di Banten bukan semata Gubernur saja. Pengangguran yang terjadi di Provinsi, agregasi dari pengangguran-pengangguran yang ada di kota kabupaten,” ujarnya.
Menurut Wahidin, semakin banyak pengangguran yang ada di kota kabupaten maka semakin besar prosentasi pengangguran yang ada di provinsi. “Begitu juga pengangguran yang ada di bidang ekonomi, dampak akibat sistem ekonomi secara makro, makanya masuk indicator makro itu pengangguran.”
Wahidin mengungkapkan jika data yang ada tak terlepas dari sistem yang ada. “Jika ekonomi bangsa ini jatuh maka ke bawahnya jatuh.”
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Provinsi Banten pada periode Agustus 2019 paling tinggi se-Indonesia, dengan tingkat pengangguran 8,11%. Jumlah ini melebihin angka pengangguran nasional sebesar 5,28%. Dan jumlah ini makin bertambah sejak banyaknya perusahaan bangkrut akibat pandemic covid 19 beberapa bulan terakhir. (Lesman Bangun)


