Kelompok Mahasiswa Cipayung Plus Kabupaten Pandeglang Menyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada Pemkab Dan DPRD Pandeglang (15/03/2021)

Pandeglang – Haluan Banten.co.id Puluhan mahasiswa Pandeglang yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus (GMNI, HMI, LMND) mendatangi kantor DPRD setempat pada Senin (15/3). Kedatangan mereka untuk menindaklanjuti surat permohonan audensi yang dilayangkan pada seminggu lalu.

Diketahui sebelumnya, pada Senin (08/03) mereka telah menggelar aksi unjukrasa di depan kantor Bupati dan kantor DPRD Kabupaten Pandeglang. Mahasiswa menolak pengesahan peningkatan anggaran perjalanan dinas (Perdin) untuk eksekutif dan legislatif pada Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021 sebesar 88 miliar rupiah.

Sayang, kedatangan mereka ke “rumah besar” rakyat tersebut tidak mendapat respon. Tidak satu pun tampak anggota dewan, apalagi para pimpinan-nya. Kelompok Mahasiswa itu pun menyasar setiap ruangan, lagi-lagi para anggota dewan yang terhormat tidak ada ditempat.

Hingga mereka diterima oleh seorang Staff Badan Anggaran (Banggar). Sempat terjadi obrolan sengit antara mahasiswa dengan Staff perempuan tersebut.

Ditengah kawalan aparat, para mahasiswa mendesak agar bisa masuk ke ruang sidang DPRD, namun sang Staff tak bergeming, alasan-nya dia harus meminta izin atasan untuk bisa membuka pintu ruang sidang.

“Mohon maaf mereka (anggota dewan) sedang pada diluar, nanti bisa diagendakan lagi untuk audensi-nya,” kata Dian Staff Banggar kepada mahasiswa.

“Kami dari Cipayung Plus, menyampaikan mosi tidak percaya kepada Pemkab Pandeglang dan DPRD,” teriak salah satu Mahasiswa.

Ketua LMND Kabupaten Pandeglang, Fiqri, menilai peningkatan anggaran belanja perjalanan dinas sebesar 88 miliar rupiah tersebut tidak rasional.

Karenanya, kata Fiqri, kelompok Cipayung Plus meminta agar DPRD segera membatalkan dan melakukan refocusing anggaran tersebut.

“kami meminta agar Pemda maupun DPRD Pandeglang, segera melakukan refocusing anggaran. Karena peningkatan anggaran perjalanan dinas bagi kami adalah jelas hanyalah agenda akal-akalan saja,” tegasnya. (Jandan)