Ketua Harian Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI), Ashok Kumar, menyampaikan saat ini pengusaha hotel dan restoran terdampak oleh Pandemi Covid-19, kami sangat merasakan dampak langsung. Melalui
Forum Dialog “Banten Menuju Destinasi Wisata Halal Dunia” yang digelar Dinas Pariwisata Provinsi Banten di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbond, Baros, Kabupaten Serang, Kamis (25/3).
Asok mengatakan, adanya acara ini merupakan turut mensukseskan Banten menjadi Wisata Halal Dunia, di mana ini menjadi spirit bagi PHRI, kami mengundang ayo berwisata ke Banten, tegasnya.
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengungkapkan, Pemprov Banten menargetkan dapat masuk sebagai peringkat 10 besar di Indonesia yang memiliki destinasi pariwisata ramah muslim. Provinsi Banten memiliki potensi pariwisata yang luar biasa banyak dan variatif, banyak diminati wisatawan.
“Saya berharap target Banten sebagai peringkat 10 besar daerah dengan destinasi pariwisata ramah muslim dapat terealisasi,” kata Andika dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual pada acara Forum Dialog “Banten Menuju Destinasi Wisata Halal Dunia.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Dr. H. A.M. Romly, memastikan bahwa kehalalan dam haram itu jelas dan nyata, maka kami bersama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mensertifikasi kehalalannya, sehingga wisata halal memiliki sertifikasi standar internasional maupun nasional.”
Direktur Banten Wisata Tourism Development, Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Poernomo Siswoprasetijo, memaparkan “Kami membuka untuk semua tamu berbagai negara untuk menikmati panorama di Tanjung Lesung.
Tanjung Lesung menjadi kawasan dengan fasilitas tol khusus langsung, sehingga perjalanan ke Tanjung Lesung dapat relatif lebih cepat.”
Muhammad Hassan Gaido selaku moderator dan Founder CEO Gaido Group, memaparkan mulai dari sejarah Banten, yang mana Banten kaya akan sejarah, tidak hanya di Nusantara tetapi juga mancanegara di bawah Kesultanan Maulana Hasanuddin Banten (periode 1546 – 1570) dan mencapai masa keemasannya di bawah Kesultanan Ageng Tirtayasa, periode tersebut Banten menjadi tempat perdagangan dunia mulai dari Eropa, Arab, dan Asia. Banten memiliki seni budaya yang luar biasa bertahan sampai sekarang.
Masih kata Hassan, Banten juga terdapat suku yang memegang adat sangat kuat, yaitu suku Baduy, seni budaya, Pencak Silat dan Debus.
Selain itu Banten memiliki Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang berada di Tangerang, gedung acara internasional di ICE BSD, Tangerang, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Badak Bercula Satu, kawasan Wisata Halal Kesultanan Banten, menara Banten, dan situs religi dan kuburan Sultan Banten; Kawasan Wisata Halal Baduy Outbond.”
Kegiatan ini mengikuti standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yaitu jaga jarak, cuci tangan, pakai masker. Kegiatan ini dihadiri peserta mulai dari para pelaku dan praktisi, pemerhati pariwisata di dalam negeri dan luar negeri melalui aplikasi online zoom meeting.
Agus Setiawan, selaku Kepala Dinas Pariwisata Banten menyampaikan “Wisata Halal bukan wisata yang dikhususkan bagi umat muslim saja, tetapi juga untuk semua agama, semua orang. Wisata halal memiliki nilai lebih dibanding wisata biasa sehingga menjadi pilihan wisata baik dalam maupun luar negeri dengan pelayanan yang memperhatikan aspek kebersihan, makanan halal, fasilitas beribadah, dan standar kompetensi BPJPH.” Tutup Agus Setiawan.(*)


