TANGERANG, (Haluanbanten.co.id) – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Perempuan Kelas IIA Tangerang, Esti Wahyuningsih turut merayakan Tahun Baru Imlek di Vihara Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang. Selasa, 01/02/2022.

Esti Wahyuningsih mengatakan, Perayaan Tahun Baru Imlek dirasakan oleh seluruh kalangan masyarakat dari berbagai latar belakang dan Agama, tak terkecuali Warga Binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang yang turut menyemarakkan Perayaan Imlek tahun ini.

“Pada saat kegiatan perayaan diawasi oleh Kalapas dan petugas Piket, serta Komandan Jaga Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang,” kata Esti.

Kemudian, Esti Wahyuningsih menuturkan Ritual sembahyang dilakukan adalah sebagai ungkapan syukur atas rezeki dan keselamatan dari Tuhan serta untuk pengharapan kehidupan lebih baik di Tahun Kerbau.

“Ritual doa bukan saja melakukan sembah, namun juga melakukan ritual membakar kertas kuning emas dan putih. Kertas yang dibakar biasa diistilahkan dengan sebutan membakar “uang” adalah sebagai simbol,” jelas Esti.

Lanjut Esti, rangkaian Aktivitas membakar uang dilakukan setelah melakukan penghormatan kepada leluhur terlebih dahulu, tujuan seremonial itu untuk mengirim doa kepada leluhur. Asap bekas bakaran kertas yang membumbung tinggi lari ke arah langit yang akan menyampaikan pesan doa-doa yang ada dalam kertas terbawa angin menuju Tuhan dengan harapan yang terbaik untuk semua.

“Bagi kepercayaan warga Tionghoa, ada alam semesta yakni alam langit, tempat yang tertinggi, paling dimuliakan, tempat bersemayamnya dewa dan dewi. Karena itu, setiap manusia yang telah mati akan menuju ke alam baka,” tutur Esti.

“Kegiatan perayaan Imlek dilingkungan Vihara Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat semua warga binaan lapas menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan memasuki Vihara dengan jumlah terbatas,” tambah Esti.