Haluanbanten.co.id, Pandeglang –
Masa pandemi Covid-19 telah berjalan dua tahun lebih dan telah banyak menelan korban jiwa. Tidak hanya itu, dampak pandemi juga banyak dirasakan warga masyarakat, terutama di sektor ekonomi.
Seperti yang dialami pasangan suami-istri warga kampung kadutanggay, desa Purwaraja Kecamatan Menes, kabupaten Pandeglang.
Adalah Tuti Ratulanes (53 tahun), sebelum Covid-19 melanda negeri, dia bersama sang suami memiliki bisnis landscap taman. Tetapi karena pandemi, orderan pun menjadi sepi dan sekira dipertengahan tahun 2020 itulah usahanya lumpuh total.
Tidak patah semangat, Tuti bersama suami mulai mencoba peruntungan merintis usaha kerajinan kreatif.
“Mau tidak mau harus banting setir usaha, sehingga di masa pandemi seperti ini masih bisa mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Tuti saat ditemui di tempat usahanya sekaligus sebagai tempat tinggal.
Ya, bersama sang suami dirinya memanfaatkan limbah untuk di jadikan pot tanaman.
“Selama pandemi tak sedikit masyarakat menyibukan diri merawat dan mengkoleksi tanaman hias, akhirnya saya kepikiran usaha membuat pot, itu pun dengan modal seadanya,” ungkap Tuti.
“Sebelumnya saya juga memang hobi tanaman hias dan bonsai,” tambahnya.
Tuti melanjutkan, hasil kerajinan pot berbahan limbah tersebut olehnya dipasarkan melalui media online.
“Adapun harga pariatif. Mulai dari Rp. 25.000 hingga Rp. 100.000 ribu per buah tergantung ukuran dan tingkat kesulitan proses pembuatanya,” terangnya.
“Di masa pandemi ini, jangan pernah putus asa semangat terus. Apapun masalahnya hadapi dengan tenang dan ikhlas yang penting mau kerja keras pasti akan mendapat hasil yang baik,” ujarnya bersemangat.
Tuti pun berharap kedepan usahanya itu akan terus berkembang. “Ya semoga terus berkembang aja dan syukur-syukur ada perhatian dari pemerintah untuk bantuan modal usaha rumahan seperti kami ini,” harapnya. (JDN*)


